Digitalisasi Bantu Ibu Kembangkan Usaha dari Rumah
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong ibu rumah tangga mengembangkan UMKM melalui pemasaran digital, media sosial, lokapasar, dan pembayaran digital.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) memperkuat pembinaan generasi muda dengan merevitalisasi kelembagaan Saka Wanabakti. Upaya tersebut ditandai dengan pelantikan Majelis Pembimbing (Mabisaka) dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2026–2030 di Aula SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Kamis (16/7/2026)./ Ist
PEKANBARU—Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) memperkuat pembinaan generasi muda dengan merevitalisasi kelembagaan Saka Wanabakti. Upaya tersebut ditandai dengan pelantikan Majelis Pembimbing (Mabisaka) dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2026–2030 di Aula SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Kamis (16/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Saka Wanabakti sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, kompetensi, serta kepedulian generasi muda terhadap pelestarian hutan. Kegiatan juga diisi dengan orientasi pengurus untuk memperkuat pemahaman mengenai tata kelola organisasi, Gerakan Pramuka, dan peran strategis Saka Wanabakti dalam pembangunan sektor kehutanan.
Revitalisasi kelembagaan ini sekaligus disinergikan dengan penyusunan model integrasi Saka Wanabakti dalam sistem pembelajaran di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru. Melalui model tersebut, pendidikan vokasi kehutanan diharapkan dapat berjalan seiring dengan pendidikan kepramukaan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus karakter kepemimpinan dan semangat pengabdian.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru yang diwakili Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, unsur Gerakan Pramuka, Balai P2SDM Wilayah II, guru, pembina Pramuka, serta mitra pembinaan generasi muda kehutanan.

Penguatan organisasi ditandai dengan penerbitan tiga Surat Keputusan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru. Ketiga SK tersebut mengatur pembentukan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang, penetapan pamong dan instruktur Saka Wanabakti, serta pembentukan Pangkalan Saka Wanabakti di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Luckmi Purwandari, mengatakan tantangan sektor kehutanan saat ini, mulai dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, hingga kebakaran hutan dan lahan, membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
"Hari ini kita tidak sekadar melantik pengurus baru. Hari ini kita sedang membangun fondasi lahirnya Generasi Pelestari Hutan Indonesia. Saka Wanabakti harus menjadi rumah pembinaan yang melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas, berkarakter, kompeten, mencintai hutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan kehutanan," ujarnya.
Menurut Luckmi, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat, tetapi juga tata kelola yang baik, kolaborasi yang kuat, serta program kerja yang mampu memberikan dampak nyata. Karena itu, pengurus yang baru dilantik diharapkan segera menyusun program yang terukur, memperkuat pendidikan dan pelatihan sesuai Krida Saka Wanabakti, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Zarman Candra mengatakan kolaborasi antara Gerakan Pramuka, SMK Kehutanan, dan Kementerian Kehutanan merupakan langkah strategis dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, peduli lingkungan, serta memiliki kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, Kepala SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Slamet Supriyadi, menegaskan sekolah berkomitmen menjadikan Saka Wanabakti sebagai bagian penting dalam pembinaan peserta didik.
"Melalui sinergi ini, kami berharap lulusan tidak hanya unggul secara akademik dan vokasi, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, serta semangat pengabdian sebagai Generasi Pelestari Hutan," katanya.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY dan DPRD DIY mendorong ibu rumah tangga mengembangkan UMKM melalui pemasaran digital, media sosial, lokapasar, dan pembayaran digital.
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
KPK menduga pengadaan HT untuk penanganan karhutla terkait korupsi dana siap pakai BNPB. Penyidik menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Batuk lebih dari dua pekan, demam malam, dan berat badan turun bisa menjadi gejala TB. Kenali tanda-tandanya dan kapan harus periksa.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima Rp2,08 miliar dari setoran pejabat pemkab dan potongan upah pungut.