Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta Sulap Kotoran Ayam Jadi Rupiah
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Perwakilan PT Geo Santara Indo menyerahkan bantuan uang tunai kepada Yayasan Efata, di Kantor Pusat Yayasan Efata, Caturtunggal, Depok, Rabu (14/5/2025)./ist PT Geo Santara Indo
JOGJA—Corporate Social Responsibility (CSR) PT Geo Santara Indo dalam Program CSR Geo Berbagi beri bantuan sosial kepada Yayasan Efata. Bantuan ini akan digunakan untuk mencari tempat baru untuk perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar.
Direktur Utama PT Geo Santara Indo, Yoseph Galih Gunawan, menjelaskan program CSR Geo Berbagi ini sudah dimulai pada Maret 2025. “Kami mulai dengan bantuan ke Yayasan Sayap Ibu. Setelah itu kita rutinkan satu bulan sekali untuk mendatangi panti-panti dan memberikan donasi,” ujarnya di Kantor Pusat Yayasan Efata, Caturtunggal, Depok, Rabu (14/5/2025).
Yayasan Efata dipilih karena memiliki fokus kegiatan pada perawatan ODGJ terlantar, namun saat ini tidak memiliki tempat untuk dijadikan panti. “Kami membantu anggaran karena dari Yayasan Efata masih kekurangan. Kami bantu sedikit agar kedepan bisa untuk pembelian lahan sendiri,” katanya.
PT Geo Santara Indo merupakan perusahaan yang berkantor pusat di Jogja, berdiri pada 2018. Perusahaan ini memiliki kegiatan pada bidang konstruksi geologi, diantaranya pengeboran sumur, topografi dan sebagainya. “Jadi kami memang perusahaan konstruksi, tapi di sisi lain kita juga harus bertanggung jawab pada lingkungan sosial,” ungkapnya.
Pembina Yayasan Efata, Adi, sangat berterima kasih dengan donasi dari Program CSR Geo berbagi ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih dari PT Geo Santara Indo yang sudah mendonasikan sebagian dananya untuk membantu keberlanjutan pembelian tanah Yayasan Efata ke depan,” kata dia.
Ia menceritakan Yayasan Efata dirintis pada 2001 oleh istrinya sendiri ketika masih menjadi mahasiswa. “Semua penghuni panti kami adalah ODGJ. Mereka kami ambil dari jalan. kami fokus melayani ODGJ yang tidak punya keluarga, kami rawat di panti,” ujarnya.
Panti Yayasan Efata sebelumnya berada di wilayah Kentungan, Condongcatur, Sleman, dengan penghuni. Namun sejak awal 2025 sewa tempat panti tersebut habis dan tidak bisa diperpanjang. Kesulitan dalam mencari tempat baru selain soal biaya juga stigma masyarakat yang masih negative terhadap ODGJ sehingga tidak mau menerima.
“Sekarang kami masih proses untuk mencari tempat baru. Kami sudah mencoba mencari rumah kontrakan tapi kesulitan karena sering mengalami penolakan oleh lingkungan, mereka tidak bersedia jika ada panti ODGJ di sekitar mereka. Maka kami sekarang mencari lahan yang jauh dengan warga,” katanya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.