Wagub Jateng Targetkan 50 Persen Difabel Rasakan Manfaat Program

Media Digital
Media Digital Selasa, 23 September 2025 10:32 WIB
Wagub Jateng Targetkan 50 Persen Difabel Rasakan Manfaat Program

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menargetkan setidaknya 50% penyandang disabilitas di wilayahnya, bisa mendapatkan manfaat dari program Kecamatan Berdaya pada tahun 2026.  /Istimewa.

BOYOLALI—Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menargetkan setidaknya 50% penyandang disabilitas di wilayahnya, bisa mendapatkan manfaat dari program Kecamatan Berdaya pada tahun 2026. 

Hingga kini, program Kecamatan Berdaya sudah berjalan di 94 Kecamatan. Maka dari itu, ia berkomitmen, cakupan program tersebut akan terus diperluas di berbagai daerah di Jateng.

“Target kami, pada semester I 2026, minimal 50 persen difabel sudah harus merasakan dampak program ini. Mari kita kembangkan ke daerah lain agar semakin banyak perempuan, anak, dan sahabat difabel yang merasakan manfaatnya,” ucap Wagub dalam acara Peresmian Program CSR Disabilitas Pertamina dan Kecamatan Berdaya di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali pada Selasa, 23 September 2025.

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi para penyandang disabilitas yang mampu menguasai berbagai bidang pekerjaan, seperti membatik, bertani, dan lainnya. 

“Teman-teman difabel sudah membuktikan bahwa mereka berdaya, mampu mandiri, dan memberikan kontribusi nyata,” kata Wagub.

Ia juga sempat menyinggung pengalamannya bersama sahabat tunanetra. “Saya sering kalah main catur dengan mereka. Artinya, mereka punya potensi besar, tinggal kita yang mendampingi,” tambahnya.

Salah seorang penyandang disabilitas, Darmawan Fadli Abdul Syukur (21), menyampaikan bahwa ia bergabung dengan kelompok difabel Pandawa Patra sejak tahun 2018. Berkat dukungan dari komunitas itu, ia bisa konsisten belajar membatik. 

“Kadang bisa bikin 2 atau 3 batik dalam sebulan, tergantung motif,” katanya.

Pendamping komunitas difabel Pandawa Patra, Haryono, menyebut bahwa Pandawa Patra saat ini memiliki 28 anggota aktif ditambah 4 keluarga rentan. 

“Kalau dulu hanya kumpul-kumpul, sekarang benar-benar berlatih. Mindset (pola pikir) berubah, jadi lebih produktif dan optimistis,” jelasnya.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga melalui corporate social responsibility (CSR) sudah menjalankan 5 program pemberdayaan, yang melibatkan lebih dari 650 difabel dalam 5 tahun terakhir. Program unggulannya, antara lain Kresna Patra di Boyolali yang memberdayakan 550 difabel untuk menjahit dan konveksi, Srikandi Patra memberikan pelatihan membatik, Pandawa Patra dengan integrated farming (pertanian terpadu), Difabel Ampel yang melakukan perekrutan kurir Bright Gas, serta Gita Patra di Semarang berupa rumah terapi ramah difabel.

Komisaris Independen PT Pertamina, Condro Kirono, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung budaya, kegiatan sosial, hingga pemberdayaan kelompok rentan, salah satunya penyandang disabilitas. 

Ia mengatakan, Pertamina tidak bisa bekerja sendiri. Maka dari itu, dibutuhkan adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan lainnya.

“Pertamina terus berkomitmen memberikan pendampingan dan support kepada sahabat-sahabat difabel maupun masyarakat rentan. Dari hulu hingga hilir, semua unit punya tanggung jawab sosial dan lingkungan,” ujar Condro.

Dalam kegitan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jateng dan Pemerintah Kabupaten Boyolali yang sudah mendorong adanya kolaborasi ini.

“Pak Gubernur dengan program Kecamatan Berdaya, Pak Bupati juga mendorong perusahaan-perusahaan di wilayahnya untuk bersama-sama mendengarkan kebutuhan masyarakat. Harapannya, semangat kesetaraan ini membuat teman-teman difabel semakin mandiri,” tambahnya.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menambahkan, daerahnya sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membuka peluang kerja dan beasiswa bagi difabel.

“Boyolali juga sudah punya 4 kecamatan yang jadi lokasi Kecamatan Berdaya. Kami berkomitmen memberi fasilitas dan kesempatan setara, agar difabel bisa terus berinovasi,” katanya.

Pada kesempatan itu, diresmikan pula Sekretariat Yayasan Setara Maju Bersama sekaligus Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dwija Praja Amarta yang berlokasi di Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

PKBM yang didukung oleh Pertamina Patra Niaga bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Boyolali ini, hadir sebagai pusat pembelajaran masyarakat, khususnya untuk kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online