CSR Bank Jateng Bedah 5 Rumah Tak Layak Huni di Rembang
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
Puluhan perempuan hadir untuk mengikuti dengan antusias pendidikan politik yang diselenggarakan Kesbangpol DIY di Wates, Kulonprogo pada Rabu (13/5/2026). Diharapkan pendidikan politik ini meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kontestasi politik./ Harian Jogja/Khairul Ma'arif
KULONPROGO—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan pendidikan politik perempuan di Wates, Kabupaten Kulonprogo, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mendorong perempuan agar terlibat langsung dalam politik, tidak hanya sebagai pemilih, tetapi juga sebagai pihak yang dipilih dalam kontestasi politik daerah maupun nasional.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol DIY, Aris Pramono, menyampaikan pendidikan politik ini dihadiri perempuan dari berbagai latar belakang organisasi, profesi, maupun kondisi ekonomi. Ia berharap, melalui kegiatan tersebut semakin banyak perempuan yang terlibat di kancah politik, baik sebagai calon legislatif, calon lurah, maupun calon dukuh.
“Pendidikan politik perempuan merupakan komitmen Kesbangpol DIY untuk terus mendorong peningkatan kualitas demokrasi, khususnya melalui penguatan partisipasi perempuan,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Aris menekankan para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperluas wawasan dan memperkuat kapasitas diri. Menurutnya, pendidikan politik semacam ini dapat menjadi bekal bagi perempuan agar lebih termotivasi terlibat secara langsung dalam dunia politik maupun birokrasi daerah.
Bagi Aris, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, termasuk dalam proses pengambilan kebijakan. Namun, partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam politik dinilai masih perlu terus ditingkatkan.
“Namun, kita menyadari bahwa partisipasi dan keterwakilan perempuan dalam politik masih perlu terus ditingkatkan melalui kegiatan pendidikan politik seperti ini,” lanjut Aris.
Aris menuturkan, pendidikan politik perempuan tahun ini mengangkat tema Menyemai Kesadaran Politik, Menumbuhkan Kepemimpinan Perempuan. Tema tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi slogan, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa perempuan memiliki hak, kesempatan, dan kapasitas yang sama dalam kehidupan politik.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, mulai dari perspektif gender, sejarah pergerakan perempuan, sistem politik dan pemilu, hingga strategi berpartisipasi aktif, termasuk dalam lembaga legislatif,” jelasnya.
Pemateri pendidikan politik perempuan, Muh Ajrudin Akbar, menambahkan saat ini sudah cukup banyak anggota DPRD maupun kepala daerah dari kalangan perempuan. Pria yang juga anggota DPRD DIY tersebut mengatakan, secara regulasi dan kebijakan, perempuan telah diberi peluang yang sama dalam setiap kontestasi politik.
“Posisi perempuan dari sisi regulasi dan kebijakan sudah diberi ruang yang sangat luas. Tinggal bagaimana perempuan meningkatkan kapasitas sehingga masyarakat dapat memberikan kepercayaan,” tuturnya. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng salurkan bantuan RTLH Rp15 juta per rumah bagi 5 warga Rembang untuk dukung pengentasan kemiskinan.
BYD M6 DM-i diuji di rute Semarang-Kopeng. Teknologi PHEV diklaim mampu mencapai efisiensi hingga 65 km per liter.
WhatsApp diretas bisa dikenali dari pesan terbaca sendiri hingga perangkat asing yang terhubung. Simak tanda dan cara mengamankan akun.
Milad ke-109 Aisyiyah PCA Ngampilan di Jogja meneguhkan dakwah kemanusiaan, pemberdayaan perempuan, dan semangat perdamaian.
Sri Sultan HB X mengingatkan purna tugas bukan akhir pengabdian. Sebanyak 237 PNS Pemda DIY menerima SK pensiun periode Juli–Desember 2026.
Pertamina menjelaskan angka Rp18.040 per liter di struk Pertalite merupakan harga keekonomian BBM, bukan harga yang dibayar masyarakat.