Telkom Hadirkan Inovasi OCA Berbasis AI di DTI-CX 2026
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Mitigasi bencana tak hanya soal kesiapsiagaan fisik, tetapi juga literasi informasi agar warga tidak terjebak hoaks kebencanaan. /Istimewa.
JOGJA—Mitigasi bencana menjadi langkah krusial untuk mengurangi risiko dan dampak bencana alam. Selain kesiapsiagaan fisik, masyarakat juga perlu dibekali kemampuan menyikapi informasi kebencanaan secara tepat agar tidak terjebak hoaks kebencanaan yang justru dapat memperburuk situasi darurat dan penanganan bencana.
Dalam keterangan resminya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya terencana yang dilakukan sebelum bencana terjadi guna menekan potensi korban jiwa dan kerugian.
Mitigasi mencakup pemahaman risiko bencana alam di wilayah masing-masing, pengenalan jenis ancaman bencana, serta kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Warga didorong menyiapkan langkah mitigasi bencana dasar, antara lain menyusun rencana evakuasi keluarga, mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta memahami tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana alam terjadi.
Menyikapi Hoaks dan Misinformasi Kebencanaan
Hoaks kebencanaan dan misinformasi kerap muncul saat situasi darurat, terutama melalui media sosial dan pesan berantai. Informasi palsu ini dapat memicu kepanikan, membuat warga salah mengambil keputusan, hingga menghambat proses evakuasi dan penanganan bencana alam.
Agar tidak terjebak hoaks kebencanaan, warga diimbau menerapkan langkah-langkah berikut:
1. Memastikan sumber informasi berasal dari lembaga resmi atau media kredibel.
2. Mewaspadai pesan dengan judul provokatif atau ajakan menyebarkan informasi secara cepat.
3. Tidak langsung mempercayai foto atau video tanpa konteks waktu dan lokasi yang jelas.
4. Membandingkan informasi dengan sumber lain sebelum menyebarkannya.
Edukasi kewaspadaan terhadap misinformasi kebencanaan menjadi bagian dari mitigasi bencana nonfisik yang penting untuk menjaga ketenangan dan ketertiban masyarakat saat bencana alam berlangsung.
Akses Informasi Resmi dan Peran Aktif Warga
Untuk memastikan informasi kebencanaan yang diterima akurat, warga dianjurkan mengakses informasi melalui kanal resmi, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Lembaga terkait lainnya. Informasi resmi umumnya memuat peringatan dini, panduan keselamatan, serta perkembangan penanganan bencana alam di lapangan.
Selain sebagai penerima informasi, warga juga memiliki peran aktif menjaga ruang informasi yang sehat dengan:
1. Memverifikasi setiap informasi sebelum membagikannya.
2. Tidak meneruskan pesan berantai yang belum jelas sumbernya.
3. Membantu menyebarkan informasi resmi kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
4. Melaporkan hoaks kebencanaan atau informasi menyesatkan kepada pihak berwenang.
Dengan sikap kritis dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi kebencanaan, masyarakat dapat membantu mengurangi risiko bencana alam secara sosial dan psikologis, sekaligus memperkuat efektivitas mitigasi bencana dan penanganan bencana di tingkat komunitas. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.