89,74 Persen Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Peluncuran integrasi data pertanahan dan perpajakan tersebut digelar di Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Kamis (18/12/2025).
PEKALONGAN— Integrasi Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP) resmi diterapkan di Kota Pekalongan. Peluncuran integrasi data pertanahan dan perpajakan tersebut digelar di Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Kamis (18/12/2025).
Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menyambut baik inovasi ini sebagai langkah strategis dalam menyelaraskan data pertanahan dan perpajakan agar lebih akurat dan terpadu.
“Ketika data pertanahan dan data perpajakan diselaraskan, maka kebijakan pertanahan, perpajakan, tata ruang, hingga investasi memiliki pondasi yang lebih kokoh. Ini sekaligus mendukung Kebijakan Satu Data Indonesia,” ujar Ossy Dermawan saat membuka acara Launching Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan.
Menurutnya, integrasi NIB dan NOP tidak hanya menyatukan basis data lintas sektor, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selama ini, pelayanan pertanahan dan perpajakan belum sepenuhnya terhubung sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian data.
“Kesatuan data ini akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas, meningkatkan pelayanan yang tidak lagi bertele-tele di bidang perpajakan dan pertanahan daerah, serta berpotensi meningkatkan penerimaan daerah. Nantinya, penerimaan tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk pembangunan Kota Pekalongan,” lanjutnya.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, mengapresiasi peluncuran integrasi NIB dan NOP yang dinilainya sebagai terobosan penting dalam pelayanan publik. Ia berharap integrasi ini mampu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kota Pekalongan memiliki potensi besar, baik dari sektor kuliner maupun pariwisata. Semoga integrasi NIB-NOP ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga menjadi berkah untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekalongan,” ungkap Achmad Afzan Arslan Djunaid.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ossy juga menyerahkan lima sertipikat Rumah Inti Tumbuh (RIT) di Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, serta satu Sertipikat Aset Pemerintah Kota Pekalongan untuk prasarana jalan dan saluran air. Penyerahan dilakukan bersama Wali Kota Pekalongan, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah Lampri.
Peluncuran integrasi data pertanahan dan perpajakan di Kota Pekalongan ini diberi nama Batik Tanahan, singkatan dari Basis Data Terintegrasi Layanan Pajak dan Pertanahan. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Pekalongan Joko Wiyono beserta jajaran, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator di lingkungan Kementerian ATR/BPN. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Baru Dua Bulan Lulus, 89,74% Lulusan SMK-SMTI Yogyakarta Terserap Industri, Mayoritas Sudah Bekerja Sebelum Wisuda
Karyawan konveksi di Sewon, Bantul, ditangkap usai mencuri uang majikan Rp2,55 juta. Polisi menyebut uang hasil curian dipakai untuk bermain.
AHY membekali Taruna Akmil soal tantangan global, geopolitik, ekonomi, dan pembangunan jelang pelantikan oleh Presiden Prabowo.
BPOM menegaskan regulasi adaptif penting untuk mempercepat hilirisasi inovasi bioteknologi dan memperkuat daya saing industri farmasi.
Bulog mengusulkan beras SPHP premium bermerek Beras Kita untuk menekan kenaikan harga beras premium dan menjaga stabilitas pangan nasional.
Prabowo mengungkap ada pihak yang menolak B50 karena dinilai ingin Indonesia tetap impor BBM. B50 disebut hemat devisa hingga Rp170 triliun.