ARTJOG 2026 Hadirkan 96 Seniman, Usung Tema ARS LONGA
ARTJOG 2026 digelar 19 Juni-30 Agustus di JNM Yogyakarta dengan tema ARS LONGA: GENERATIO dan melibatkan 96 seniman lintas generasi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meresmikan Monumen RM Bambang Soeprapto di Semarang sebagai ruang publik edukatif dan pengingat sejarah perjuangan. /Istimewa.
SEMARANG—Di tengah rinai hujan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meresmikan taman dan monumen pejuang kemerdekaan Raden Mas (RM) Bambang Soeprapto di wilayah Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat, 9 Januari 2026.
Monumen atau patung RM Bambang Soeprapto setinggi sekitar 10 meter dibuat oleh pematung Heru Joning Siswanto. Monumen ini berdiri di tengah taman dengan luas 70x24 meter yang didesain oleh Seno Aditya dan M Danar Sasmito.
Pembuatan monumen dan taman tersebut menggunakan dana pribadi dari keluarga ahli waris. Pengelolaan dan perawatan Taman dan Monumen RM Bambang Soeprapto akan dilakukan oleh Pemkot Semarang.
Di taman tersebut, juga terdapat sejumlah titik yang menjelaskan sejarah perjuangan RM Bambang Soeprapto. Mulai pada masa merebut kemerdekaan sampai masa mempertahankan kemerdekaan, termasuk sejarah Satuan Brimob.
Perwakilan keluarga keluarga ahli waris RM Bambang Soeprapto, Haryono Eddyarto mengatakan, monumen tersebut diharapkan menjadi inspirasi generasi muda Semarang dan Jawa Tengah dalam menghadapi setiap tantangan masa depan.
"Bagi keluarga, hari ini momen penting untuk mengenang sekaligus menghormati jasa pejuang, ayah, suami, dan kepala rumah tangga yang telah mengorbankan hidupnya demi kemerdekaan bangsa," ujar Haryono.
Ia mengatakan, pembuatan monumen dan taman tersebut bukan untuk mengkhususkan sang pejuang, melainkan sebagai sarana pembelajaran sejarah dan inspirasi bagi generasi muda. Di mana Indonesia membutuhkan generasi yang berbudaya, berkarakter kuat, cinta tanah air, dan siap menghadapi perubahan.
"Semoga taman dan monumen ini menjadi sumber inspirasi untuk berkarya dan berinovasi serta menjaga martabat bangsa Indonesia ke depan. Peresmian taman dan monumen memberikan makna penting tidak hanya bagi keluarga tapi juga masyarakat Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia. Semoga tempat ini menjadi ruang publik yang hidup untuk mengenang sejarah, semangat persatuan, dan nasionalisme," katanya dengan suara bergetar.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menjelaskan, inisiatif pembuatan taman dan monumen tersebut berasal dari keluarga ahli waris yang menemuinya saat masih menjabat sebagai Kapolda Jateng. Setelah itu oleh Komandan Satuan Brimob berkoordinasi dengan Pemkot Semarang untuk dicarikan tempat sehingga dapat di Taman Gajahmungkur. Proses pembuatan memakan waktu sampai 1 tahun hingga akhirnya diresmikan.
"Hari ini masyarakat Jawa Tengah dan Kota Semarang merasa bangga, bahwa kita punya monumen yang harus kita uri-uri (lestarikan). Tentunya kami sangat men-support keberadaan monumen ini" kata Luthfi.
Dalam kesempatan itu, Luthfi mengenang sosok RM Bambang Soeprapto sebagai pejuang yang sangat gigih dan pantang menyerah dalam upaya mempertahankan kemerdekaan. Sosok tersebut merupakan komisaris polisi II dan ketua polisi istimewa yang menjadi cikal bakal mobile brigade (Mobrig atau Brimob saat ini). RM Bambang Soeprapto juga ikut dalam memimpin pertempuran lima hari di Semarang.
"Monumen ini bisa menjadi pengingat bagi generasi muda, di sini merupakan tetenger atau penanda bahwa dulu pernah terjadi pertempuran lima hari Semarang yang salah satunya dimotori oleh putra terbaik Jawa Tengah dan Semarang, yaitu RM Bambang Suprapto," jelasnya.
Lebih lanjut, Luthfi juga terus mengupayakan agar RM Bambang Soeprapto bisa mendapatkan gelar pahlawan nasional pada tahun ini. Sebelumnya, sudah tiga kali Pemprov Jateng sudah mengajukan nama RM Bambang Soeprapto sebagai pahlawan nasional. Namun, belum terkabulkan.
"Kita akan terus berjuang agar tahun 2026 RM Bambang Soeprapto mendapatkan gelar pahlawan nasional," ujarnya.
Keberadaan Monumen RM Bambang Soeprapto diharapkan menjadi penanda sejarah sekaligus ruang refleksi publik untuk merawat ingatan kolektif tentang perjuangan dan nasionalisme bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ARTJOG 2026 digelar 19 Juni-30 Agustus di JNM Yogyakarta dengan tema ARS LONGA: GENERATIO dan melibatkan 96 seniman lintas generasi.
Pemkab Sragen menetapkan siaga darurat kekeringan 2026. Sebanyak 34 desa rawan terdampak, BPBD menyiapkan 500 tangki air bersih.
Mendagri Tito Karnavian meminta daerah memperbanyak nobar Piala Dunia 2026 untuk menggerakkan UMKM dan mendorong ekonomi lokal.
Kemenag membuka seleksi terbuka enam jabatan Eselon II. Pendaftaran berlangsung 12-26 Juni 2026 secara online.
Pelemahan rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS membuat biaya produksi dan logistik eksportir Jogja melonjak, margin keuntungan makin tertekan.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.