Transformasi TelkomGroup, Kinerja InfraNexia Menguat
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Ketua Komisi C DPRD DIY dari fraksi Gerindra, Nur Subiyantoro, berbicara dalam podcast Komitmen Gerindra DIY Pastikan Program Prabowo Lancar di DIY, di youtube Harian Joja, Kamis (22/1/2026). - Youtube Harian Jogja
JOGJA—Penguatan ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia menjadi poros utama kerja politik Gerindra DIY seusai partai tersebut menegaskan komitmen mengawal seluruh program Presiden Prabowo Subianto hingga lapisan masyarakat paling bawah.
Ketua Komisi C DPRD DIY dari Fraksi Gerindra, Nur Subiyantoro, menjelaskan struktur kepengurusan Gerindra di DIY telah menjangkau tingkat RT, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten, sehingga siap memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyentuh warga.
“Agar bisa mengawal program pemerintahan Pak Prabowo sampai ke tingkat ranting. Perintah Pak Prabowo kader Gerindra harus dekat dengan masyarakat. Ketika masyarakat ada kesusahan dan menangis, kita harus hadir,” ujarnya dalam podcast Komitmen Gerindra DIY Pastikan Program Prabowo Lancar di DIY di YouTube Harian Jogja, Kamis (22/1/2026).
Ia mengaitkan arah kebijakan Presiden Prabowo dengan gagasan Paradoks Indonesia yang telah dirumuskan sejak 2018, yakni kondisi Indonesia yang kaya sumber daya tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
“Pak Prabowo punya target pertama, menyelamatkan kekayaan terlebih dahulu. Kedua, menyiapkan SDM generasi masa depan. Pak Prabowo melihat dengan detail sesuatu yang harus ditangani. Soal penyiapan generasi dilakukan dengan MBG [Makan Bergizi Gratis], Sekolah Rakyat, perbaikan fasilitas pendidikan,” katanya.
Nur tidak menampik masih adanya kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut peristiwa tersebut dipicu kelalaian petugas lapangan, namun pemerintah terbuka terhadap masukan dan menyiapkan sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti lalai.
“Tidak mungkin dapur berniat meracuni, itu karena ada kelalaian yang terus kita sempurnakan. Masukan-masukan dari berbagai pihak kita tampung. Sekarang air yang dipakai syaratnya harus RO. Hasil lab E. coli harus 0, dikawal dan diperiksa secara periodik oleh puskesmas,” paparnya.
Selain sektor gizi, Gerindra DIY juga mengawal pelaksanaan Asta Cita, khususnya agenda ketahanan pangan. Nur menyebut program pemerintah saat ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani karena akses pupuk semakin mudah dan nilai jual hasil panen meningkat.
“Dulu pupuk susah didapat dan harganya tinggi. Di periode Pak Prabowo, kita tanya petani alhamdulillah sekarang pupuk mudah dan harganya terjangkau. Petani bisa tersenyum lega ketika pemerintah menentukan harga panen padi Rp6.500,” kata dia.
Dukungan politik itu juga merambah isu ketahanan air di DIY. Komisi C DPRD DIY mendorong penambahan sumur serta pelestarian kawasan karst sebagai cadangan air jangka panjang bagi wilayah selatan.
“Target kami selama masa jabatan 5 tahun ini, setiap musim kemarau masyarakat di Gunungkidul, Kulon Progo, dan Bantul tidak lagi kekurangan air. Kami juga menyiapkan Peraturan Daerah Pengelolaan dan Pelestarian Karst untuk sumber air,” tegasnya, sembari menautkan agenda tersebut dengan visi besar program Prabowo di daerah. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya
KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok. Sebanyak 106 penumpang berhasil dievakuasi menggunakan sejumlah armada SAR.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.