Ribuan Karang Ditanam Telkom, Jaga Laut dari Kerusakan

Media Digital
Media Digital Senin, 19 Januari 2026 07:57 WIB
Ribuan Karang Ditanam Telkom, Jaga Laut dari Kerusakan

Sejumlah warga menyiapkan rak laba-laba untuk penanaman terumbu karang dalam kegiatan “Penanaman 50 Rak Laba-Laba Terumbu Karang Pulau Panjang Ujung Kulon” yang diinisiasi Telkom Indonesia di Pandeglang, Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.- ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Upaya pemulihan ekosistem laut di Indonesia mendapat dorongan baru setelah Telkom Indonesia menanam 17.855 bibit terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir. Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya kerusakan terumbu karang yang kini berdampak langsung pada lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Tekanan terhadap ekosistem laut kian nyata. Berdasarkan laporan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan International Coral Reef Initiative (ICRI) tahun 2025, sebanyak 84% terumbu karang dunia terdampak pemutihan massal akibat kenaikan suhu laut. Di sisi lain, data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2025 menunjukkan kerusakan fisik juga dipicu aktivitas pariwisata dan polusi.

Telkom Perluas Aksi Nyata di Laut

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom Indonesia melakukan rehabilitasi dan penanaman kembali bibit terumbu karang sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Sebanyak 17.855 bibit ditanam di sembilan lokasi strategis yang membutuhkan pemulihan ekosistem. Program ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kualitas perairan, tetapi juga mengembalikan fungsi terumbu karang sebagai pelindung alami garis pantai.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Sebagai perusahaan komitmen pada transformasi digital, kami percaya bahwa masa depan berkelanjutan hanya dapat dicapai jika pondasi ekosistem alami kita tetap terjaga. Melalui aksi penanaman 17.855 bibit terumbu karang ini, Telkom tidak hanya fokus pada pembangunan konektivitas digital di daratan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga konektivitas ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sasar Wilayah Prioritas Pemulihan

Program penanaman dilakukan di sejumlah kawasan perairan yang dinilai membutuhkan intervensi pemulihan. Lokasi tersebut meliputi Kawasan Konservasi Bangsring Underwater di Banyuwangi, Pulau Badul di Pandeglang, Desa Tanjung Tiram di Konawe Selatan, Pantai Waecicu di Labuan Bajo, dan Pulau Tikus di Bengkulu.

Selain itu, penanaman juga dilakukan di Pulau Tunda di Banten, Taman Nasional Karimunjawa di Jepara, Pulau Bone Tambu di Makassar, serta perairan Pantai Halasi di Maluku Tengah.

Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem di masing-masing wilayah agar proses rehabilitasi berjalan optimal.

Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi Telkom Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-14 tentang ekosistem laut.

Melalui langkah ini, Telkom menunjukkan bahwa pengembangan teknologi digital dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang. (Advertorial)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online