ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip

Media Digital
Media Digital Senin, 18 Mei 2026 13:42 WIB
ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu (tengah); Arsiparis Ahli Madya DPAD DIY, Anna Nunuk Nuryani (kedua kanan) dan Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Kurniawan (kanan), dalam podcast Arsip Menyapa Merawat Ingatan Jogja: Menyelamatkan Memori Kolektif Bangsa yang ditayangkan di kanal Youtube DPAD DIY./ Harian Jogja-Lugas Subarkah

JOGJA - Jogja memiliki sejarah panjang dan menjadi memori kolektif bagi masyarakat. Untuk merawat memori kolektif ini, generasi sekarang perlu berkontribusi dengan menyelamatkan arsip-arsip bersejarah.

Hal ini disampaikan Arsiparis Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Anna Nunuk Nuryani, dalam podcast Arsip Menyapa Merawat Ingatan Jogja: Menyelamatkan Memori Kolektif Bangsa yang ditayangkan di kanal Youtube DPAD DIY.

Ia menjelaskan DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif. Akuisisi ini penting karena tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan cukup dalam mengelola dan merawat arsip.

“Maka kami punya kegiatan seperti Arsip Menyapa dan sosialisasi lainnya, sebagai upaya untuk memasyarakatkan kearsipan agar lebih luas lagi, sehingga pengetahuan kearsipan bisa lebih banyak lagi yang mendapatkan. Kami berupaya menyelamatkan arsip yang punya nilai memori kolektif. Kami menyasar perorangan, organisasi, komunitas,” katanya.

Beberapa kegiatan lain juga ditempuh seperti dengan pameran arsip, diorama arsip hingga mengajukan Memori Kolektif Bangsa, yakni arsip sejarah penting yang mendokumentasikan jati diri, identitas, dan perjalanan sejarah Indonesia.

Program ini dikelola oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan bertujuan mencatat, melestarikan, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap dokumen bernilai sejarah, seperti pergerakan politik dan peristiwa sosial, untuk dipelajari generasi.

“Tahun ini kami mengajukan arsip gumuk pasir dengan beberapa instansi yang punya arsip terkait gumuk pasir, untuk menjadi Memori Kolektif Bangsa. Sebelumnya juga sudah terkait arsip Selokan Mataram dan Jogja sebagai Ibukota Republik,” paparnya.

Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, mengatakan arsip akan mengaktualisasi memori kolektif yang telah lalu. Dengan demikian, pentingnya arsip terdokumentasi dengan baik supaya memori itu tidak hilang. Tanpa memori kolektif, menurutnya bangsa ini mudah terpecah belah.

“Arsip yang tidak terdokumentasi bisa membuat perpecahan bangsa. Terjadinya konflik antar suku karena kita lupa bangsa ini pernah diperjuangkan bersama. Yang timbul egosentris. Memori ini kalau tidak selalu di-update akan hilang,” kata dia.

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah saat ini, ia mendorong pengelolaan arsip dilakukan dengan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Satu perencanaan bisa didukung beberapa anggaran di beberapa OPD. Butuh kebersamaan anggaran untjk mencapai satu tujuan. Misal DPAD DIY berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata,” paparnya.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan, Kurniawan, menuturkan Paniradya berperan dalam  perencanaan dan penganggaran. “Dukungan penganggaran tidak bisa selalu full, tapi berapa pun itu merupakan komitmen kami,” katanya.

Selain didukung Dana Keistimewaan, Sri Sultan HB X juga mempunyai komitmen untuk menyelamatkan arsip. “Sudah berjalan sejak 2022, Bapak Gubernur mendukung penelusuran arsip. Banyak sumber arsip kita di luar negeri, seperti Leiden,” ujarnya.

Dalam upaya ini, diperlukan pula kolaborasi dengan OPD dan lembaga lain, misalnya Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menjalin kerja sama luar negeri. “Kami juga bekerja sama dengan Pakualaman dan UGM untuk menelusuri arsip,” katanya. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online