Melesat Kencang di Misano, Ramadhipa Tutup Musim dengan Podium
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, berhasil meraih podium kedua pada race 2 putaran akhir FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Dokumentasi mahasiswa bersama para siswa kelas 5A SD N Susukan setelah selesai kegiatan
SLEMAN-Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program “Penerapan Budaya Gotong Royong dalam Kegiatan Upcycling Sampah Plastik menjadi Kerajinan sebagai Upaya Memperindah Taman Sekolah” pada Jumat, 17 April 2025, yang bertempat di SD Negeri Susukan, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) 17 : kemitraan untuk tujuan dan SDGs 15 : Ekosistem Daratan. Melalui program ini, mahasiswa turut berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sekolah dengan cara mendampingi para siswa untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna.
Seiring dengan berkembangnya zaman, penggunaan bahan plastik semakin diminati oleh masyarakat, sedangkan sampah plastik tersebut membutuhkan waktu lama untuk terurai. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah plastik penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan agar dapat menanamkan nilai kerja sama sekaligus kepedulian terhadap lingkungan pada siswa sekolah dasar, sesuai dengan penerapan SDGs 17(Kemitraan untuk Tujuan) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan). Peserta utama dari kegiatan ini adalah siswa kelas 5A SD Negeri Susukan dengan jumlah 29 siswa.
Proyek ini dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu Muhammad Anam Mahfud, Wijang Satria Teguh Hari Putra, Nabila Rizqi Laila Azzahra, dan Khansa Nurul Husna yang berperan sebagai pembimbing para siswa dalam kegiatan ini. Selain itu, program ini juga dibimbing oleh Dheny Wiratmoko M.Pd selaku dosen mata kuliah Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan
Dokumentasi mahasiswa sedang memberikan arahan kepada siswa dalam pembuatan produk.
Materi kegiatan ini mencakup manfaat gotong royong, teknik pemanfaatan limbah botol plastik, cara pengolahan sampah plastik menjadi barang bernilai guna, serta praktik pengelolaan sampah plastik. Melalui kegiatan ini, peserta didik memperoleh keterampilan praktis dalam merancang kerajinan tangan, sekaligus meningkatkan kreativitas melalui proses melukis pada media sampah plastik tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas siswa dalam mewujudkan kelestarian lingkungan, yang sejalan dengan indikator SDGs 17 (Kemitraan untuk Tujuan) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan) . Menurut Ibu Emi Dwi Nareswari, S.Pd., guru SD Negeri Susukan, mengatakan bahwa metode yang disampaikan dan pemilihan materi oleh mahasiswa sudah baik.
"Metode yang disampaikan, materi yang dipilih dan penyampaian materi keseluruhan sudah baik ke depannya perlu variasi yang lebih baru lagi agar lebih mendukung proses pembelajaran", ujarnya.
Dokumentasi kegiatan para siswa melakukan praktik pembuatan Ecobrick
Sesuai dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung capaian SDGs khususnya SDGs 17(Kemitraan untuk Tujuan) dan SDGs 15 (Ekosistem Daratan), kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik dengan mengubah menjadi sebuah karya yang kreatif dan bermanfaat. (Nabila Rizqi Laila Azzahra & Khansa Nurul Husna)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, berhasil meraih podium kedua pada race 2 putaran akhir FIM Moto3 Junior World Championship 2026
Pemerintah memperpanjang tenggat wajib halal hingga 17 Oktober 2028. Pengusaha menyoroti kesiapan UMKM, biaya sertifikasi, dan edukasi.
Pengangguran DIY mencapai 70.560 orang pada Mei 2026. DPRD DIY mendorong sinergi sekolah dan industri untuk meningkatkan kompetensi lulusan.
Mahasiswa UMY, UII, UGM, dan HMI berunjuk rasa di DPRD DIY, Malioboro, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Sleman memiliki 1.118 anggota dan menggandeng 109 pedagang kelontong untuk memasok sembako.
BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana Merapi melalui perbaikan jalur evakuasi, penambahan EWS, edukasi warga, dan simulasi rutin.