KPw BI DIY Usung Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni

Media Digital
Media Digital Jum'at, 05 Juni 2026 19:42 WIB
KPw BI DIY Usung Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni

Dalam upaya memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menggelar Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

GREBEG UMKM DIY X DJAMUAN ISTIMEWA 2026 

KPw BI DIY  Usung Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni

JOGJA - Dalam upaya memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menggelar Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026.

Grebeg UMKM telah diselenggarakan secara konsisten sejak 2017 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas, perluasan akses pasar, dan peningkatan daya saing UMKM DIY. Memasuki satu dasawarsa pelaksanaannya, Grebeg UMKM kembali disinergikan dengan DJAMUAN Istimewa (Digitalisasi Jogja untuk Semua nan Istimewa) guna memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung tema Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni, Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026 mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM yang semakin sejahtera, tangguh, dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Festival Ekonomi Syariah (FESyar), serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Seremoni pembukaan Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026 diselenggarakan Jumat (5/6) di Atrium Jogja City Mall, Kalurahan Sinduadi, Mlati. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY GKBRAA Paku Alam X, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY, pimpinan lembaga vertikal dan organisasi perangkat daerah, pimpinan satuan kerja Bank Indonesia baik dari Kantor Pusat maupun Kantor Perwakilan, perbankan, asosiasi, akademisi, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai mitra strategis lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan perekonomian DIY pada triwulan I/2026 tumbuh sebesar 5,84% (yoy), sekaligus menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Capaian tersebut mencerminkan ketahanan sekaligus daya saing ekonomi DIY yang terus menguat di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.

Sejalan dengan tema Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni, penyelenggaraan Grebeg UMKM dan DJAMUAN Istimewa menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan menghubungkan berbagai potensi tersebut agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Wakil Gubernur DIY juga menekankan pentingnya peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Karena itu, koordinasi lintas lembaga, sinergi antarpemangku kepentingan, serta dukungan terhadap penguatan kapasitas dan daya saing UMKM perlu terus diperkuat dan diperluas secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa Grebeg UMKM telah menjadi strategic regional program Bank Indonesia DIY yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM selama satu dasawarsa.

Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas dan standardisasi UMKM, penguatan konektivitas dengan ekosistem digital dan pembiayaan formal, serta promosi UMKM dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

 Sistem Pembayaran

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia tersebut juga menyampaikan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di DIY menunjukkan tren yang positif. Hingga April 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di DIY mencapai lebih dari 1,08 juta pengguna dengan jumlah merchant mencapai lebih dari 1,11 juta merchant. Transaksi QRIS di DIY selama 2026 pun tercatat tumbuh signifikan hingga mencapai 198 juta transaksi atau tumbuh 62,19% (yoy).

Sebagai wujud implementasi tema Nyawiji, rangkaian Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 menghadirkan berbagai pameran dan kegiatan yang saling melengkapi. Kegiatan tersebut antara lain pameran UMKM sektor fashion, food, craft, dan Pasar Kangen Digital & Halal dengan menghadirkan sebanyak 260 UMKM, kegiatan Capacity Building Millennial Batik, Latte Art Competition, Kompetisi Robotika, Lomba Bankers Wear Wastra, Talkshow Pengembangan UMKM, sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah, QRIS, dan Pelindungan Konsumen, serta berbagai kegiatan edukasi dan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM DIY. (Adv)

Melalui penyelenggaraan Grebeg UMKM x DJAMUAN Istimewa 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah DIY berharap dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat digitalisasi transaksi, serta mendorong terciptanya jejaring bisnis yang lebih luas. (Adv)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online