HUT ke-79 Kota Jogja, Ribuan Warga Gelar Aksi Bersih Serentak
Pemkot Jogja gelar aksi bersih serentak di 150 titik peringati HUT ke-79 dan Hari Lingkungan Hidup 2026. Malioboro jadi pusat kegiatan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat menggunakan perahu ketinting patroli kebersihan sungai di Kali Winongo, Jumat (12/6/2026) Stefani Yulindriani/Harian Jogja
JOGJA-Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berencana mengembangkan penggunaan perahu ketinting sebagai sarana patroli kebersihan sungai di Kota Jogja. Inisiatif ini dinilai sebagai langkah baru untuk meningkatkan pengawasan dan menjaga kebersihan aliran sungai, khususnya di Sungai Winongo.
Menurut Hasto, Pemkot Jogja saat ini masih melakukan kajian terkait jenis perahu yang paling sesuai dengan kondisi sungai yang relatif dangkal dan sempit.
“Belum cocok dengan kondisi sungainya. Saya akan mencari jenis perahu seperti ketinting yang cocok untuk sungai dangkal,” ujarnya saat uji coba di Sungai Winongo, Ngampilan, Jumat (12/6/2026).
Evaluasi Mesin dan Desain Perahu
Hasto menjelaskan, secara teknis penggunaan ketinting masih memungkinkan untuk diterapkan di Sungai Winongo. Namun, perlu penyesuaian pada desain perahu dan mesin agar lebih efektif digunakan.
“Kalau kondisinya seperti ini masih bisa menggunakan ketinting. Tinggal menyesuaikan perahu dan mesinnya saja,” katanya.
Ia bahkan membuka peluang untuk mendatangkan tenaga ahli dari Kalimantan yang sudah berpengalaman menggunakan perahu ketinting di sungai-sungai dangkal.
Hasto mengungkapkan bahwa ide tersebut terinspirasi dari pengalamannya saat menjadi dokter puskesmas di Kalimantan, di mana perahu ketinting menjadi sarana utama mobilitas di wilayah sungai.
“Dulu saya sering menggunakan ketinting untuk menjangkau daerah pedalaman. Jadi sebenarnya sangat memungkinkan diterapkan di sini,” ujarnya.
Patroli Sungai untuk Cegah Pencemaran
Lebih dari sekadar transportasi, perahu ketinting nantinya akan difungsikan sebagai alat patroli kebersihan sungai. Petugas akan menyusuri aliran sungai untuk mencegah pembuangan sampah dan limbah sembarangan.
“Tujuannya untuk patroli, membersihkan sungai, dan mengawasi agar tidak ada pencemaran,” tegas Hasto.
Pemkot Jogja juga berencana melibatkan mahasiswa KKN serta komunitas pecinta alam dalam kegiatan pelestarian sungai. Kehadiran perahu diharapkan dapat mempermudah aktivitas mereka di lapangan.
“Mahasiswa dan pecinta alam bisa kita gerakkan untuk turun ke sungai secara rutin,” katanya.
Potensi Wisata Sungai di Masa Depan
Jika pengelolaan dan kebersihan sungai berhasil ditingkatkan, Pemkot Jogja membuka peluang pengembangan wisata sungai berbasis lingkungan. Bahkan, pembangunan dermaga kecil juga mulai dipertimbangkan.
“Ke depan mungkin wisatawan juga bisa menikmati suasana sungai di Jogja,” ujar Hasto.
Sungai Winongo disebut memiliki potensi besar karena masih memiliki beberapa area alami yang bisa dikembangkan tanpa menghilangkan karakter ekologisnya.
Rencana perahu ketinting ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot Jogja dalam memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis sungai, sekaligus membuka peluang baru untuk wisata berkelanjutan di masa depan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja gelar aksi bersih serentak di 150 titik peringati HUT ke-79 dan Hari Lingkungan Hidup 2026. Malioboro jadi pusat kegiatan.
Aksi bakar ban di Pancoran sempat ganggu lalu lintas. Polisi memastikan situasi kini aman dan arus kendaraan kembali normal.
Piala Dunia 2026 hadirkan tiga maskot unik: Maple, Zayu, dan Clutch yang mewakili Kanada, Meksiko, dan AS.
KSP Dudung Abdurachman tegaskan kritik diperbolehkan dalam demokrasi, namun jangan berubah jadi provokasi yang merusak persatuan bangsa.
Indonesia Insurance Summit 2026 digelar di Jogja, bahas AI, risiko global, hingga penguatan industri asuransi nasional.
Demo mahasiswa di Thamrin Jakarta belum bubar hingga malam. Polisi blokade Bundaran HI demi cegah kemacetan dan gangguan.