Belajar Membangun Rumah Sakit Masa Depan dari Guangxi Medical

Media Digital
Media Digital Sabtu, 20 Juni 2026 19:02 WIB
Belajar Membangun Rumah Sakit Masa Depan dari Guangxi Medical

Pengalaman berharga dirasakan oleh mahasiswa Residensi Angkatan 22 Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam program International Student Mobility bersama para pembimbing, yaitu Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep., Dr. dr. Mahendro Prasetyo Kusumo, M.M., Dr. Qurratul Aini, S.K.G., M.Kes., dan Dr. dr. Ekorini Listiowati, M.M.R../ Ist

Dari Nanning untuk Indonesia: Belajar Membangun Rumah Sakit Masa Depan dari Guangxi Medical University Hospital

JOGJA - Pengalaman berharga dirasakan oleh mahasiswa Residensi Angkatan 22 Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam program International Student Mobility bersama para pembimbing, yaitu Dr. Elsye Maria Rosa, M.Kep., Dr. dr. Mahendro Prasetyo Kusumo, M.M., Dr. Qurratul Aini, S.K.G., M.Kes., dan Dr. dr. Ekorini Listiowati, M.M.R.

Program ini memberikan pemahaman yang jauh lebih mendalam dibandingkan pembelajaran konvensional. Mahasiswa tidak hanya melihat hasil akhir sebuah sistem, tetapi juga memahami proses, tantangan, dan strategi yang digunakan untuk mencapai kualitas.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kesehatan dunia, rumah sakit tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan pasien. Rumah sakit modern kini berkembang menjadi organisasi yang mengintegrasikan pelayanan, pendidikan, penelitian, inovasi, dan teknologi digital dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Kesempatan itulah yang diperoleh 45 mahasiswa Program Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) UMY melalui program International Student Mobility ke First Affiliated Hospital of Guangxi Medical University dan Second Affiliated Hospital of Guangxi Medical University pada 16–17 Juni 2026 di Nanning, China.

Program ini bukan sekadar kunjungan akademik ke luar negeri. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana rumah sakit kelas dunia dikelola, sekaligus memperluas perspektif tentang masa depan pelayanan kesehatan global.

Belajar Langsung dari Rumah Sakit Berkelas Dunia

Selama berada di Guangxi Medical University Hospital, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung berbagai aspek manajemen rumah sakit yang selama ini hanya dipelajari melalui teori di ruang kuliah.

Pembelajaran dilakukan melalui hospital visit, kuliah pakar, diskusi kelompok, hingga presentasi akademik mahasiswa. Suasana belajar berlangsung dinamis dan interaktif karena mahasiswa dapat berdialog langsung dengan para praktisi, akademisi, dan pengelola rumah sakit yang sehari-hari terlibat dalam pengambilan keputusan strategis.

Smart Hospital: Ketika Teknologi Menjadi Budaya Kerja

Salah satu pelajaran paling berkesan adalah penerapan konsep smart hospital yang telah terintegrasi dalam berbagai layanan rumah sakit.

Digitalisasi tidak hanya terlihat pada penggunaan perangkat teknologi, tetapi telah menjadi bagian dari budaya organisasi. Sistem informasi rumah sakit terhubung dengan berbagai unit pelayanan, mulai dari pendaftaran pasien, rekam medis elektronik, konsultasi daring, pengelolaan resep digital, hingga sistem distribusi obat.

Bahkan, beberapa layanan telah memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengelola infrastruktur rumah sakit secara otomatis. Sistem ini mampu memantau berbagai fasilitas penting secara real-time sehingga mendukung efisiensi operasional dan keselamatan pelayanan.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata bahwa transformasi digital bukan sekadar membeli teknologi terbaru, melainkan membangun sistem yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan pasien secara menyeluruh.

Rumah Sakit sebagai Pusat Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian

Hal menarik lainnya adalah bagaimana rumah sakit pendidikan di China berhasil mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian dalam satu kesatuan yang kuat.

Dokter dan tenaga kesehatan tidak hanya berperan sebagai pemberi layanan, tetapi juga sebagai pendidik dan peneliti yang terus menghasilkan inovasi. Lingkungan kerja yang berbasis pembelajaran ini menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan yang berdampak langsung pada mutu pelayanan pasien.

Bagi mahasiswa MARS UMY, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa keberhasilan rumah sakit modern tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau megahnya fasilitas, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam membangun sistem yang mendukung kolaborasi dan inovasi.

SDM Tetap Menjadi Faktor Penentu

Meski teknologi berkembang sangat cepat, satu pelajaran penting yang diperoleh dari kunjungan ini adalah bahwa manusia tetap menjadi pusat transformasi rumah sakit.

Rumah sakit masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga kemampuan digital, kepemimpinan, komunikasi, serta adaptasi terhadap perubahan.

Teknologi yang canggih tidak akan memberikan manfaat optimal apabila tidak didukung oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan siap menggunakannya. Karena itu, pengembangan SDM menjadi investasi strategis yang tidak dapat dipisahkan dari transformasi rumah sakit.

Membawa Inspirasi untuk Indonesia

Program Student Mobility ini memberikan pengalaman akademik yang membuka wawasan mahasiswa mengenai praktik terbaik manajemen rumah sakit di tingkat global.

Berbagai inovasi yang ditemukan selama pembelajaran di Nanning menjadi sumber inspirasi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan konteks pelayanan kesehatan di Indonesia. Mulai dari digitalisasi layanan, penguatan budaya mutu dan keselamatan pasien, hingga pengembangan kompetensi SDM secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar perjalanan akademik, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi calon pemimpin rumah sakit masa depan untuk menghadapi tantangan sistem kesehatan yang semakin kompleks.

Pada akhirnya, masa depan rumah sakit bukan hanya tentang teknologi yang paling mutakhir. Masa depan rumah sakit adalah tentang bagaimana teknologi, manusia, dan nilai-nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berpusat pada pasien.

Program Studi MARS UMY berani mengambil langkah besar dalam menciptakan generasi yang unggul dengan menunjukkan bahwa belajar langsung dari praktik terbaik dunia dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan transformasi pelayanan kesehatan yang lebih baik di Indonesia. Sejalan dengan motonya, "Best Today, Excellent Tomorrow," MARS UMY siap menghadirkan calon pemimpin kesehatan yang unggul. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online