210 Mahasiswa DIY Terima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul telah mempublikasikan Buku Data Agregat Kependudukan Kabupaten Gunungkidul Semester II Tahun 2025. / Ist
WONOSARI– Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul telah mempublikasikan Buku Data Agregat Kependudukan Kabupaten Gunungkidul Semester II Tahun 2025. Publikasi ini merupakan bagian dari upaya penyediaan data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perencanaan pembangunan serta penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Gunungkidul.
Data agregat kependudukan yang diterbitkan bersumber dari hasil Konsolidasi Data Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 yang disusun oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Data ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, maupun masyarakat umum sebagai referensi dalam berbagai kegiatan yang membutuhkan informasi kependudukan.
Sekilas Data Kependudukan Semester II Tahun 2025
Berdasarkan hasil konsolidasi data Semester II Tahun 2025, jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul tercatat sebanyak 780.806 jiwa, terdiri dari 386.337 penduduk laki-laki dan 394.469 penduduk perempuan. Data tersebut menunjukkan bahwa penduduk perempuan masih mendominasi dengan proporsi sekitar 50,52 persen dari total penduduk.
Selain jumlah penduduk, buku data agregat juga menyajikan berbagai informasi strategis lainnya, antara lain jumlah kepala keluarga, penduduk wajib KTP-el, komposisi penduduk menurut kelompok umur, tingkat pendidikan, agama, pekerjaan, status perkawinan, serta data peristiwa penting kependudukan seperti kelahiran, kematian, perpindahan datang, dan perpindahan keluar penduduk.
Data kependudukan juga disajikan secara rinci hingga tingkat kapanewon dan kalurahan sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kependudukan di setiap wilayah. Penyajian data hingga tingkat wilayah administratif terkecil ini diharapkan dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.
Mendukung Perencanaan Berbasis Data
Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul, Kiswor0, S.PD., M.Pd. menyampaikan bahwa data kependudukan merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung pembangunan daerah yang efektif dan berkelanjutan.
Menurutnya, data yang akurat dan mutakhir tidak hanya diperlukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan program pembangunan, pelayanan publik, penelitian, hingga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan data agregat kependudukan ini secara optimal sesuai kebutuhan masing-masing. Dengan pemanfaatan data yang tepat, diharapkan program dan kebijakan yang disusun dapat semakin terarah serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Buku Data Agregat Kependudukan Kabupaten Gunungkidul Semester II Tahun 2025 dapat diunduh melalui menu Agregat Kependudukan pada menu Data & Informasi di website resmi Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 210 mahasiswa DIY dari empat perguruan tinggi menerima Beasiswa Pendidikan Tinggi Istimewa 2026 yang bersumber dari Dana Keistimewaan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.