Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci Tekan Kenakalan Remaja

Media Digital
Media Digital Kamis, 23 Juli 2026 07:02 WIB
Pengawasan Orang Tua Jadi Kunci Tekan Kenakalan Remaja

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul Raden Jati Bayubroto memberikan keterangan terkait dengan upaya pencegahan kenakalan remaja di Kabupaten Bantul./ Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim

BANTUL - Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kabupaten Bantul mendorong Pemerintah Kabupaten Bantul terus memperkuat langkah pencegahan. Di tengah berbagai upaya yang dilakukan aparat, Satpol PP Bantul menegaskan pengawasan dari keluarga, terutama orang tua, menjadi faktor paling penting untuk menekan berbagai persoalan yang melibatkan anak-anak dan remaja.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Raden Jati Bayubroto, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bantul selama ini telah mengoptimalkan berbagai langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, penyuluhan di sekolah-sekolah, hingga operasi minuman keras (miras) yang terus ditingkatkan.

Menurut Jati, persoalan kenakalan remaja tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan aturan oleh aparat. Berbagai faktor, seperti kondisi keluarga, lingkungan pergaulan, hingga perkembangan teknologi, menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama.

"Kalau kami pemerintah daerah melalui Satpol PP tentu sudah berupaya maksimal. Kami mulai dari sosialisasi-sosialisasi ke masyarakat, ke sekolah-sekolah, operasi-operasi miras tetap kita tingkatkan, dan lain sebagainya. Tetapi memang masalah kenakalan remaja itu banyak hal, terutama kultur, budaya masyarakat, khususnya orang tua," katanya, Selasa (21/7).

Ia menilai peran orang tua sangat menentukan dalam mengawasi aktivitas anak, terutama pada malam hari. Berdasarkan pengamatannya, berbagai kejadian yang melibatkan remaja kerap terjadi ketika anak berada di luar rumah hingga larut malam tanpa pengawasan yang memadai.

Karena itu, Jati mengingatkan agar orang tua tidak sepenuhnya mempercayakan pengawasan kepada anak. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak bergaul, ke mana mereka pergi, serta memastikan mereka kembali ke rumah tepat waktu.

"Harapannya betul-betul anak-anak itu jangan dilepaskan, apalagi malam hari. Sekarang kadang kala kita cermati banyak anak-anak yang lepas kontrol. Kejadian-kejadian juga sering terjadi larut malam karena pergaulannya kurang terpantau," ujarnya.

Selain faktor lingkungan, perkembangan teknologi informasi juga menjadi tantangan baru dalam pengawasan anak. Menurut Jati, remaja saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas sehingga pengawasan tidak dapat hanya dibebankan kepada Satpol PP maupun Kepolisian.

"Tentu ini tidak cukup kita serahkan baik keamanan dari kami Satpol PP maupun Kepolisian, tapi harus bersama-sama termasuk masyarakat," katanya.

Satpol PP Bantul juga terus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan. Warga diminta tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban ataupun melibatkan anak-anak.

Di sisi lain, Satpol PP turut mendukung program Polres Bantul yang mengimbau para pelajar agar sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Petugas Satpol PP juga rutin menggelar patroli malam dengan menyisir kawasan permukiman hingga lingkungan sekolah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online