Ini Empat Indikator Kinerja yang Harus Dicapai Lurah Baru Bantul
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Peserta BPJS Kesehatan Ribkah Handayani warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026). Anisatul Umah-Harian Jogja.
JOGJA—Suami Ribkah Handayani rutin menjalani kontrol jantung setiap bulan dengan memanfaatkan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama menjalani pengobatan, Ribkah menyebut seluruh biaya pelayanan ditanggung JKN tanpa biaya tambahan.
Ia menceritakan suaminya rutin menjalani kontrol penyakit jantung setiap bulan di RSU Mitra Paramedika. Ia mengatakan layanan JKN juga menanggung biaya ketika suaminya harus menjalani rawat inap, sesuai dengan kelas kepesertaan.
"Dijamin JKN semua enggak ada biaya tambahan, setiap bulan kontrol jantung. Pernah serangan terus kontrol rutin," ujarnya ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terletak di Jl. Gedongkuning, Jumat (31/7/2026).
Setiap jadwal kontrol, ia mengaku mendaftar melalui Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, sistem tersebut sudah berjalan lancar dan diterapkan di fasilitas kesehatan yang ia gunakan.
"Sudah bagus aplikasinya, lancar gitu. Kami selalu online, Aplikasi memudahkan, jadi enggak perlu antri banyak gitu," jelasnya.
Ribkah berharap kualitas layanan JKN yang sudah baik dapat terus dipertahankan. Ia menyampaikan dari sisi administrasi layanan JKN sudah baik dan mudah.
Selain suaminya, dia juga memanfaatkan layanan JKN setiap kali membutuhkan pengobatan. Saat mengalami radang sendi, ia terlebih dahulu memeriksakan diri ke faskes pertamanya di Minomartani, karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, ia kemudian mendapat rujukan ke rumah sakit UAD.
Menurutnya, pelayanan yang diterima selama menggunakan JKN cukup baik. Jika keluhan dapat ditangani di faskes pertama, ia tidak perlu mendapat rujukan. Namun, jika membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
"Pernah, kemarin terakhir saya ini radang sendi. Belum lama sih, tahun 2025 akhir. Alhamdulillah sudah sembuh," kata warga Wedomartani, Ngemplak, Sleman.
Dirinya menjadi peserta JKN bersama suaminya yang berstatus PNS. Sementara anak-anaknya menjadi peserta mandiri karena usianya sudah diatas 21 tahun.
Menurutnya tidak masalah membayar mandiri, sebab JKN sistemnya gotong royong. Memiliki jaminan kesehatan membuatnya merasa lebih tenang karena sudah ada yang menanggung.
"Kami tetap enggak kepengen sakit lah. Walaupun bayar [anak-anak] kan mandiri, enggak apa-apa, karena kan subsidi silang kami enggak masalah. Biar kalau sakit ada jaminan," jelasnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMKal Bantul meminta 30 lurah baru fokus pada empat indikator kinerja, yakni pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, peningkatan PAKal
Rekrutmen CPNS dan PPPK Gunungkidul 2026 belum dipastikan. Pemkab mengajukan 370 formasi, tetapi masih menunggu keputusan pusat.
Simak informasi SIM Keliling Bantul November 2026, jadwal layanan di Manding, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 2 November 2026 tersedia 15 kali keberangkatan. Simak jadwal 13 stasiun dan tarif Rp8.000.
SIM Keliling Polda DIY beroperasi selama November 2026 di sejumlah lokasi. Simak jadwal, persyaratan, dan biaya perpanjangan SIM A serta C.
Jalan Usaha Tani Blubuk Kulonprogo mendapat dukungan CSR Pertamina Rp500 juta untuk memudahkan petani dan menggerakkan ekonomi warga.