Telkom Bukukan Pendapatan Rp75,9 Triliun pada Semester I 2026

Media Digital
Media Digital Sabtu, 01 Agustus 2026 19:02 WIB
Telkom Bukukan Pendapatan Rp75,9 Triliun pada Semester I 2026

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini./ iST

JAKARTA—PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan (year on year/YoY), seiring dengan keberhasilan implementasi strategi transformasi TLKM 30.

Selain pertumbuhan pendapatan, Telkom juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp37,5 triliun atau naik 3,8% YoY dengan EBITDA margin 49,4%. Laba bersih tercatat mencapai Rp10,6 triliun atau meningkat 1,4% YoY, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi tumbuh lebih tinggi, yakni 6,2% YoY menjadi Rp11,3 triliun dengan margin 14,9%.

Perseroan juga membukukan arus kas operasional sebesar Rp34,9 triliun atau meningkat 7% YoY. Kinerja tersebut ditopang implementasi program efisiensi yang berkelanjutan serta disiplin dalam pengelolaan biaya.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital melalui strategi TLKM 30.

"Komitmen dan dedikasi kami dalam mengakselerasi transformasi digital melalui strategi TLKM 30 tercermin dari pertumbuhan yang berhasil kami capai pada semester pertama tahun ini. Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia," ujarnya.

Segmen B2C Makin Solid

Pada segmen Business to Consumer (B2C), Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun atau tumbuh 3,3% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan Digital Business Data sebesar 11% pada semester pertama 2026.

Kinerja tersebut ditopang pemulihan industri seluler melalui strategi komersial yang lebih disiplin, termasuk optimalisasi harga, pengelolaan portofolio produk, serta peningkatan nilai pelanggan. Average Revenue Per User (ARPU) layanan mobile meningkat menjadi Rp45.600 atau naik 9% YoY.

Pertumbuhan konsumsi data selama libur sekolah dan penyelenggaraan Piala Dunia turut mendorong peningkatan payload data, sehingga memperkuat kebutuhan pelanggan terhadap layanan data berkualitas.

Pada layanan fixed broadband, Telkomsel terus meningkatkan kualitas basis pelanggan melalui kalibrasi strategis. Jumlah pelanggan tercatat 9,5 juta dibandingkan 10,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, ARPU IndiHome secara kuartalan meningkat 3,4% menjadi Rp211.000, sedangkan secara semesteran mencapai Rp207.000.

Rasio konvergensi pelanggan juga meningkat menjadi 65%, sebagai bagian dari strategi perusahaan membangun basis pelanggan yang lebih berkualitas, meningkatkan monetisasi layanan, dan memperkuat pertumbuhan jangka panjang.

Ke depan, Telkomsel akan terus mengakselerasi strategi quality growth dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, serta pengembangan berbagai solusi digital bagi pelanggan individu maupun pelaku usaha.

Infrastruktur Digital Jadi Penggerak B2B

Di segmen B2B Infrastructure, Telkom mencatatkan total pendapatan sebesar Rp33,1 triliun atau meningkat 19% YoY. Pendapatan eksternal juga naik 4,9% menjadi Rp4,7 triliun, terutama didorong pertumbuhan bisnis data, internet, dan layanan teknologi informasi.

Anak usaha Telkom, Mitratel, membukukan pendapatan Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,1% YoY. Total tenant meningkat menjadi 63.866 atau naik 4,9%, sehingga rasio penyewaan menara (tenancy ratio) mencapai 1,57 kali.

Pada bisnis pusat data, Telkom terus memperkuat NeutraDC sebagai penyedia infrastruktur digital regional. Perseroan tengah mengonsolidasikan seluruh aset data center TelkomGroup ke dalam NeutraDC guna memperluas layanan, meningkatkan monetisasi aset, dan memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis.

Sementara itu, segmen B2B ICT membukukan pendapatan Rp7,3 triliun atau tumbuh 35,7% secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ), meskipun masih dipengaruhi proses restrukturisasi portofolio bisnis.

Di bisnis internasional, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun. Perseroan optimistis pergeseran portofolio menuju layanan konektivitas dan solusi digital bernilai tambah akan meningkatkan margin EBITDA dalam beberapa tahun mendatang. Permintaan terhadap kapasitas kabel bawah laut internasional juga terus meningkat seiring perkembangan teknologi AI dan dinamika geopolitik global.

Transformasi Terus Berlanjut

Sepanjang semester pertama 2026, Telkom melanjutkan implementasi strategi TLKM 30 melalui empat pilar transformasi.

Pada aspek Operational & Service Excellence, perusahaan mencatat pertumbuhan arus kas operasional sebesar 9,5% YoY, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta menerapkan pengelolaan belanja modal secara prudent. Program Early Retirement Program (ERP) dan mobilitas karyawan juga dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan biaya pegawai.

Perseroan turut menyelesaikan proses streamlining terhadap 10 entitas melalui divestasi, merger, dan likuidasi guna menyederhanakan struktur grup dan memperkuat fokus pada bisnis inti. Hingga semester I 2026, Telkom telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp10,8 triliun, dengan lebih dari 96% dialokasikan untuk pengembangan bisnis prioritas di segmen B2C, B2B Infrastructure, dan International Business.

Pada pilar Unlock Value, Telkom telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan strategis untuk pengalihan aset InfraNexia Tahap II yang ditargetkan rampung pada semester II 2026. Sementara pada pilar Modus-operandi Shift, perusahaan terus memperkuat model Strategic Hold-Co melalui pengelolaan portofolio dan operasional yang terintegrasi di empat segmen bisnis utama.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan akan sangat ditentukan oleh kekuatan infrastruktur digital yang kita bangun hari ini. Oleh karena itu, Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi katalis pertumbuhan lintas sektor dan memperkuat ketahanan ekonomi digital nasional," tutup Dian. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online