Festival Literasi Pajangan Dorong Anak Jadikan Buku sebagai Sahabat
Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI
Festival Literasi Pajangan Dorong Anak Jadikan Buku sebagai Sahabat./ Ist
BANTUL — Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI Kapanewon Pajangan. Melalui lomba Bibliobattle, para peserta ditantang membuat buku yang mereka baca menjadi menarik dan memancing rasa penasaran audiens.
Festival Literasi yang mengusung tema “Buku Sahabatku! Ekspresi dan Inovasi dalam Literasi untuk Memperkaya Pengetahuan dan Imajinasi” tersebut digelar sebagai upaya memperkuat budaya membaca di kalangan siswa SD.
Dalam lomba Bibliobattle, setiap peserta mendapat waktu 10 menit untuk mempresentasikan buku pilihannya. Mereka tidak hanya dituntut memahami isi buku, tetapi juga menyampaikan cerita dan keunggulan buku secara ekspresif dan kreatif agar audiens tertarik untuk membacanya.
Berbagai cara digunakan peserta untuk menarik perhatian. Kemampuan berbicara, penguasaan materi, ekspresi, hingga kreativitas dalam menyampaikan isi buku menjadi bagian dari penilaian.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Bantul, pengawas sekolah, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), serta ATPUSI Kapanewon Pajangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Bantul dari Komisi A Jumakir dan Sapta Sarosa, Pengawas SD se-Kapanewon Pajangan Petrus Suratman, Ketua KKKS Kabupaten Bantul Barokad, serta Ketua ATPUSI Pajangan Sri Winarni.
Para tamu undangan mengapresiasi konsistensi ATPUSI Pajangan dalam menggerakkan kegiatan literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan seperti Bibliobattle dinilai tidak hanya mendorong anak untuk membaca, tetapi juga melatih kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, berkreasi, dan mengembangkan imajinasi.
Dalam perlombaan tersebut, Arundaya Kautsar Rahmad dari SD Krebet meraih juara pertama. Juara kedua diraih Gea Almira Prasetyo, sedangkan juara ketiga diraih Muhammad Algisnaga Golden Al Qutub.
Sementara itu, juara harapan pertama diraih Muhammad Badrudin Fatah, juara harapan kedua Nudya Amburika, dan juara harapan ketiga Adiba Shakila Putri.
Penilaian dilakukan oleh tiga juri yang berasal dari jenjang SMP dan SMA. Keterlibatan juri dari luar jenjang SD tersebut diharapkan dapat menjaga objektivitas dalam menilai penampilan para peserta.
Festival Literasi ATPUSI Kapanewon Pajangan terlaksana berkat dukungan sejumlah pihak. Bank BPD DIY Cabang Bantul menjadi sponsor utama kegiatan. Dukungan juga diberikan Kepala Sekolah Siti Mahmudatul Banat, S.Sos., M.Pd., terutama dalam penyediaan tempat, fasilitas, dan motivasi bagi pelaksanaan kegiatan.
Ketua ATPUSI Pajangan, Sri Winarni, berharap Festival Literasi dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku. Menurutnya, buku bukan sekadar sumber pengetahuan, tetapi juga sarana untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
“Dari Kapanewon Pajangan, gerakan literasi tersebut diharapkan dapat melahirkan siswa-siswa yang menjadi duta literasi, tidak hanya untuk Bantul, tetapi juga Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Winarni.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengapresiasi Festival Literasi tersebut sebagai salah satu upaya meningkatkan budaya membaca sekaligus kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
Menurutnya, kemampuan literasi semakin penting di tengah derasnya arus informasi pada era digital. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi secara cerdas.
“Kegiatan ini bagus sekali dan perlu dilanjutkan sebagai bagian dari membudayakan kegiatan literasi sejak dini,” kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.
Jumakir juga mendorong pemerintah setempat terus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Salah satunya melalui optimalisasi perpustakaan keliling serta penyediaan dan pengembangan sudut baca di lingkungan masyarakat.
Menurut dia, akses terhadap bahan bacaan yang mudah dijangkau dapat membantu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17 siswa sekolah dasar (SD) dari berbagai sekolah di Kapanewon Pajangan, Bantul, unjuk kemampuan mempresentasikan buku dalam Festival Literasi ATPUSI
Polresta Jogja mendalami dugaan pungli food truck di Alkid, termasuk klaim permintaan jatah makan oleh anggota polisi dan tarif parkir jutaan rupiah.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint