Dispusip Bantul Targetkan Skor Literasi Masyarakat Naik

Media Digital
Media Digital Selasa, 13 Oktober 2026 08:32 WIB
Dispusip Bantul Targetkan Skor Literasi Masyarakat Naik

Kepala Dispusip Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati saat memberikan sambutan dalam acara kajian perpustakaan Indonesia 2026, Senin (12/10/2026).

BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul mulai menyosialisasikan pengisian kuesioner Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Langkah ini dilakukan untuk mengukur capaian pembangunan literasi dan kegemaran membaca masyarakat di wilayah setempat.

Kepala Dispusip Bantul, Dian Mutiara Sri Rahmawati, mengatakan pengisian kuesioner tersebut merupakan bagian dari Indikator Kinerja Utama (IKU) dinas sekaligus instrumen penilaian Perpustakaan Nasional (Perpusnas) terhadap kondisi literasi di setiap daerah.

“Perpusnas ingin melihat pengukuran literasi di daerah dengan penilaian skala satu sampai 100. Jadi, nanti akan terlihat bagaimana kondisi pembangunan literasi di masing-masing daerah,” katanya, Senin (12/10/2026).

Menurut Dian, pengisian kuesioner dilakukan secara rutin setiap tahun dengan melibatkan berbagai elemen penggiat literasi. Di Bantul, sasaran pengisian kuesioner mencakup sekitar 400 sekolah dasar (SD), 100 sekolah menengah pertama (SMP), 75 kalurahan, serta sekitar 100 taman bacaan masyarakat (TBM).

Melalui dua instrumen penilaian tersebut, Dispusip berupaya memperoleh gambaran mengenai kebiasaan membaca masyarakat sekaligus kondisi sarana dan layanan perpustakaan di berbagai wilayah.

Dian menjelaskan TGM digunakan untuk mengukur kegemaran membaca masyarakat, mulai dari motivasi dan frekuensi membaca buku, pemahaman terhadap bacaan, hingga kemudahan dalam mengakses bahan bacaan.

Sementara itu, penilaian kondisi perpustakaan mencakup jumlah dan jenis koleksi, ketersediaan buku fisik maupun digital, layanan perpustakaan, serta aktivitas peminjaman. Penilaian tersebut menyasar perpustakaan sekolah, perpustakaan kalurahan, dan taman bacaan masyarakat.

Dispusip Bantul mencatat capaian pembangunan literasi pada 2024 berada di atas angka 8. Namun, skor tersebut turun menjadi kurang dari 8 pada 2025 setelah Perpusnas mengubah parameter dan pertanyaan dalam kuesioner.

“Penurunan skor tahun lalu murni diakibatkan karena parameter pengukuran yang naik dari Perpusnas, semua daerah juga turun,” jelasnya.

Untuk penilaian tahun ini, Dispusip Bantul menargetkan skor pembangunan literasi masyarakat sebesar 8,6. Target tersebut ditetapkan secara realistis dengan harapan capaian akhirnya dapat melampaui angka yang ditentukan.

Adapun untuk TGM, Dispusip Bantul menargetkan skor sekitar 60, meningkat dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di kisaran 55.

“Untuk Tingkat Kegemaran Membaca kami target sekitar 60, meningkat dibandingkan tahun lalu di kisaran 55,” ungkapnya.

Pengisian kuesioner TGM ditargetkan rampung pada akhir Oktober. Dari target 400 responden yang dipantau, sebanyak 326 responden telah mengisi kuesioner tersebut. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online