BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla

Media Digital
Media Digital Minggu, 18 Oktober 2026 15:22 WIB
BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Kepedulian Anak Usaha AALI Tangani Karhutla

Ilustrasi-Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah\r\n\r\n

KANDANGAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengapresiasi keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Subur Agro Makmur (SAM) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan milik warga.

Kepedulian anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang beroperasi di Kalimantan Selatan tersebut dinilai turut memperkuat upaya penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan. Dukungan diberikan melalui pengerahan personel, peralatan pemadaman darat, serta helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara (water bombing).

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Ika Agus, mengatakan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SAM, sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman karhutla. Terlebih, kondisi cuaca kering dan keterbatasan sumber air kerap menyulitkan proses pemadaman.

Menurutnya, cuaca kering dan panas memicu terjadinya karhutla di sejumlah titik. Tantangan penanganan juga semakin besar akibat keterbatasan akses dan minimnya sumber air di lokasi kebakaran.

Sesuai ketentuan, penanganan kebakaran di dalam wilayah konsesi menjadi tanggung jawab perusahaan. Namun, keterlibatan PT SAM dalam membantu pemadaman hingga ke lahan milik warga dinilai memberikan manfaat besar bagi upaya penanggulangan karhutla.

“Dukungan darat dan helikopter water bombing ini sangat membantu tim gabungan mengendalikan karhutla di HSS,” ujar Agus belum lama ini.

BPBD menyebutkan, wilayah Hulu Sungai Selatan saat ini berada dalam status Siaga Darurat Karhutla. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas ke wilayah lain.

Sebagai bentuk dukungan, PT SAM mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk melakukan pemadaman melalui metode water bombing.

Hingga pembaruan terakhir, operasi udara tersebut telah melaksanakan tiga kali pengeboman air pada titik-titik api di luar wilayah konsesi, tepatnya di sekitar perimeter areal perusahaan.

Keberadaan sarana udara tersebut membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat, khususnya kawasan semak belukar dan area dengan keterbatasan sumber air permukaan. Operasi udara akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor visibilitas atau jarak pandang, serta memprioritaskan penanganan kebakaran di luar wilayah konsesi.

Di lapangan, operasi udara didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM yang bekerja bersama Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim gabungan melakukan pemantauan sekaligus pemadaman langsung di lokasi terdampak.

Keterlibatan perusahaan dalam menangani kebakaran di luar wilayah konsesinya menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Kolaborasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, mengingat dampak kebakaran lahan dan kabut asap tidak mengenal batas wilayah administrasi maupun konsesi.

Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin efektif. Langkah bersama ini juga diharapkan mampu mengurangi risiko gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, serta dampak kebakaran terhadap aktivitas masyarakat. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online