Sedayu General Hospital Kembangkan Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Wellness Tourism

Media Digital
Media Digital Selasa, 03 November 2026 17:22 WIB
Sedayu General Hospital Kembangkan Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Wellness Tourism

Audiansi Harian Jogja dengan Rumah Sakit Sedayu General Hospital, Selasa (3/11/2026)./ Harian Jogja - Yosef Leon

BANTUL—Rumah Sakit Sedayu General Hospital mengembangkan layanan kesehatan berbasis wellness tourism melalui terapi oksigen hiperbarik. Layanan yang diklaim menjadi satu-satunya dengan izin operasional di DIY dan Jawa Tengah tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu pemulihan pasien dengan kondisi medis tertentu, tetapi juga mendukung kebugaran tubuh.

Direktur RS Sedayu General Hospital, dr. Dian Andriani, mengatakan terapi oksigen hiperbarik menjadi salah satu layanan unggulan rumah sakit yang mulai beroperasi sekitar dua tahun terakhir.

Menurutnya, terapi ini memanfaatkan oksigen murni dengan tekanan tinggi di dalam ruang khusus atau hyperbaric chamber. Selama menjalani terapi, pasien akan menghirup oksigen murni melalui masker.

"Tujuannya untuk regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka, misalnya pasien pascaoperasi, pascastroke, luka diabetes, atau luka yang tidak kunjung sembuh," ujarnya saat menerima audiensi tim Harian Jogja, Selasa (3/11/2026).

Selain untuk kebutuhan medis, Dian menjelaskan terapi hiperbarik juga dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebugaran atau wellness. Layanan ini menyasar masyarakat yang ingin menjaga kondisi tubuh, termasuk mereka yang tertarik dengan perawatan kulit dan antipenuaan (anti-aging).

Dian menjelaskan satu sesi terapi untuk kebutuhan kebugaran maupun penyembuhan luka biasanya berlangsung sekitar 1,5 hingga dua jam. Sementara itu, durasi terapi untuk kebutuhan medis tertentu dapat mencapai empat hingga enam jam, bergantung pada kondisi pasien dan indikasi terapinya.

Dalam satu sesi, ruang hiperbarik dapat menampung hingga lima pasien dengan pengawasan seorang perawat. Tekanan di dalam ruangan diatur secara bertahap hingga setara dengan kondisi berada di kedalaman sekitar 10 meter di bawah permukaan laut.

Dian mengatakan layanan hiperbarik di RS Sedayu General Hospital telah menarik pasien dari berbagai daerah. Pasien tidak hanya berasal dari DIY, tetapi juga dari Cilacap, Madiun, Purworejo, hingga Bandung.

Sejumlah kondisi yang ditangani melalui terapi ini antara lain luka diabetes, luka pascaoperasi, cedera otot, hingga kasus tuli mendadak. Untuk penanganan medis, terapi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

"Untuk penyembuhan luka diabetes, sudah ada pasien yang mencoba dan mengalami perkembangan. Lukanya lebih cepat kering. Pasien cedera otot juga bisa lebih cepat pulih. Kalau atlet, harapannya bisa lebih cepat kembali ke performa optimal atau fit to perform," katanya.

RS Sedayu General Hospital merupakan rumah sakit tipe C dengan kapasitas 130 tempat tidur. Fasilitas yang tersedia antara lain layanan rawat intensif, unit hemodialisis, serta instalasi gawat darurat (IGD) 24 jam.

Berada di kawasan Sedayu, rumah sakit ini juga mengandalkan aksesibilitas sebagai salah satu keunggulan. Lokasinya berada di jalur utama dan relatif mudah dijangkau dari bandara, stasiun, maupun kawasan perkotaan.

Dian berharap pengembangan layanan kesehatan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas medis berkualitas sekaligus memperkuat potensi layanan kesehatan dan wellness tourism di wilayah barat DIY. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online