Duet Serasi Fitur Grand Vitara, Santai Hadapi Macet di Tanjakan
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo (dua kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada General Manager Cluster LPP Hotel & MICE Group, Rifa’i Rahman Saputro (kanan) dalam acara Rebranding Ceremony Narasena Co-Living, jumat (9/1/2026). (Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati)
JOGJA — Industri hospitality Yogyakarta memasuki babak baru dengan diluncurkannya Naraséna Co-Living, sebuah konsep hotel yang merepresentasikan pergeseran paradigma dari hotel berbasis layanan (service-based) menuju ruang hidup berbasis pengalaman (experience-based living).
Launching Ceremony dilakukan bersamaan dengan penyerahan Sertifikat Hotel Bintang 3 dan Sertifikat Hotel Berbasis Risiko oleh Lembaga Sertifikasi Produk Proses dan Jasa Usaha Pariwisata PT Putri Kedaton Group di Lhaksita Ballroom Narasena Co-Living.
Naraséna Co-Living lahir sebagai respon atas perubahan gaya hidup dan preferensi wisatawan serta masyarakat urban masa kini, khususnya generasi milenial dan Gen Z, yang tidak lagi sekadar mencari tempat menginap, melainkan ruang untuk belajar, berinteraksi, beristirahat dengan makna, dan bertumbuh secara personal maupun kolektif.
Mengusung filosofi “Learning, Living Harmony & Growth”, Naraséna Co-Living dirancang sebagai ruang hidup yang memadukan fungsi hunian, komunitas, dan pembelajaran. Konsep ini diwujudkan melalui desain ruang yang lebih terbuka dan manusiawi, pendekatan layanan yang lebih personal, serta beragam aktivitas berbasis komunitas yang mendorong interaksi, refleksi, dan kolaborasi.
“Naraséna bukan sekadar nama atau tampilan baru. Ini adalah cara pandang baru tentang hospitality, bahwa sebuah tempat tinggal dapat menjadi ruang tumbuh, ruang belajar, dan ruang hidup yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Rifai R Saputro (General Manager Cluster) dalam acara peluncuran Naraséna Co-Living.
Kehadiran Naraséna Co-Living juga menjadi jawaban atas dinamika industri perhotelan Yogyakarta yang semakin kompetitif, di tengah tantangan oversupply kamar dan tuntutan tamu terhadap pengalaman yang lebih autentik dan bernilai. Dalam konteks tersebut, Naraséna menawarkan pendekatan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada manusia.
Transformasi yang dihadirkan Naraséna Co-Living tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga kultural. Konsep ini mendorong terciptanya ekosistem di mana pengelola, staf, dan tamu berperan sebagai bagian dari komunitas yang saling belajar dan bertumbuh, bukan sekadar hubungan penyedia dan pengguna layanan.
Ke depan, Naraséna Co-Living akan secara konsisten menghadirkan berbagai program komunitas, diskusi terbuka, aktivitas kreatif, dan inisiatif kolaboratif yang memperkuat posisinya sebagai “the growing place”, yaitu sebuah ruang di mana hospitality bertemu dengan makna, pengalaman, dan masa depan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Kemenkop mempercepat operasional 37 ribu Kopdes Merah Putih dan menyiapkan Inpres untuk penguatan ekonomi desa.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 14 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.