Advertisement
Grebeg Kupat Kota Mungkid 2026 Siap Diserbu
Warga berebut gunungan kupat (ketupat) berisi berbagai pecahan rupiah saat tradisi Grebeg Kupat di Lapangan Soepardi Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah, Minggu ( 6/4/2025). Tradisi Grebeg Kupat itu digelar sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, sukacita dan ajang silaturahmi dalam merayakan lebaran. ANTARA FOTO - Anis Efizudin
Advertisement
MAGELANG—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Kota Mungkid tahun 2026 digelar secara sederhana di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, baik bencana di sejumlah wilayah Indonesia maupun kondisi politik dan ekonomi global yang tidak menentu.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Magelang tetap menghadirkan rangkaian kegiatan yang menarik dan terbuka untuk masyarakat, salah satunya Grebeg Kupat yang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata.
Asisten Administrasi Umum Pemkab Magelang, Asfuri Muhsis, menyampaikan bahwa kesederhanaan peringatan tahun ini merupakan bentuk keprihatinan atas berbagai bencana, termasuk banjir lahar dingin yang sempat melanda Sungai Pabelan beberapa waktu lalu.
Advertisement
"Selain itu, kondisi global yang dinamis juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan," kata Asfuri dalam siaran pers, Kamis (27/3/2026).
Rangkaian peringatan telah dimulai dengan malam tirakatan dan halal bihalal yang digelar pada 25 Maret 2026 di MAJT Jawa Tengah 2 An Nuur, menghadirkan narasumber Fahrudin Faiz.
BACA JUGA
Selanjutnya, puncak kegiatan Grebeg Kupat akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB. Sebanyak tujuh gunungan kupat yang disiapkan oleh OPD dan BUMD Kabupaten Magelang akan diarak dari kawasan MAJT menuju Lapangan drh Soepardi.
"Gunungan kupat disiapkan untuk diperebutkan oleh masyarakat, siapa saja yang hadir boleh ikut grebek," kata Asfuri.
Tradisi Grebeg Kupat ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan, tetapi juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk datang dan merasakan langsung kearifan lokal Kabupaten Magelang. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti prosesi arak-arakan hingga grebeg menjadi daya tarik tersendiri yang sayang untuk dilewatkan.
Selain itu, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Festival Balon Udara pada Ahad, 29 Maret 2026 di Lapangan drh Soepardi, yang diprediksi semakin menambah semarak suasana.
"Melalui peringatan yang sederhana namun sarat makna ini, Pemkab Magelang mengajak masyarakat untuk turut hadir dan memeriahkan Grebeg Kupat sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah," tambah Asfuri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
- Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
- Panduan Wisata Jogja 2026: Dari Glamping hingga Hidden Gems
- Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
- Tren Wisata Solo Bergeser ke Destinasi Publik dan Hits Baru
Advertisement
Advertisement
Bangun Tidur Langsung Minum Air, Ini Efeknya untuk Tubuh
Advertisement
Advertisement
Advertisement








