Advertisement

SPKLU Diserbu Pemudik, PLN Perkuat Layanan di Jalur Utama

Media Digital
Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:27 WIB
Maya Herawati
SPKLU Diserbu Pemudik, PLN Perkuat Layanan di Jalur Utama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meninjau langsung kesiapan SPKLU. / ist

Advertisement

SRAGEN— Lonjakan pemudik kendaraan listrik pada Lebaran 2026 membuat Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur utama ramai diserbu pengguna. Aktivitas pengisian daya meningkat signifikan, bahkan tercatat melonjak hingga empat kali lipat dibandingkan hari biasa.

Kondisi ini terlihat di Rest Area Kilometer 519 B di Kabupaten Sragen yang menjadi salah satu titik padat kendaraan listrik. Arus pemudik yang menggunakan mobil listrik semakin tinggi seiring tersedianya infrastruktur pengisian daya yang lebih merata di jalur strategis.

Advertisement

PT PLN (Persero) memperkuat layanan SPKLU di berbagai titik jalur mudik nasional untuk memastikan kebutuhan pengisian daya tetap terpenuhi. Penyebaran yang lebih luas ini sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan kendaraan listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang meninjau langsung kesiapan SPKLU di lokasi tersebut menilai perkembangan infrastruktur pengisian daya terus menunjukkan kemajuan.

“Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik itu banyak kalau infrastruktur SPKLUnya enggak kita bangun dan sekarang sudah mulai membaik. Dan ini tingkat pemakaiannya empat kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Ini menurut laporan dari teman-teman dari PLN. Saya pikir okelah,” jelas Bahlil, Sabtu (28/3/2026).

Selain jumlah pengguna yang meningkat, teknologi pengisian juga semakin cepat. Waktu pengisian kini sekitar 30 menit, dengan biaya yang diklaim lebih hemat hingga 70 persen dibandingkan bahan bakar minyak.

“Tadi 30 menit kok (waktu mengisi daya listriknya). Dan biayanya 70% lebih murah. Dibandingkan. Dibandingkan dengan bensin. Jadi bensin itu kan disubsidi kalau RON 90. Kalau listrik kan enggak pakai subsidi. Subsidi enggak? Enggak kan? Karena industri kan? Betul. Tetapi biayanya lebih murah 70% daripada bensin,” ujarnya.

Pengalaman langsung juga dirasakan pemudik asal Lampung, Tri Adi Santoso. Ia menyebut perjalanan jarak jauh kini lebih efisien setelah banyak tersedia fasilitas pengisian cepat.

“Kemarin saya dari lampung ke sini, semuanya sudah diperbaharui. Super fast charging-nya banyak sekarang pak, jadi benar-benar setengah jam. Jadi pakai mobil listrik sekarang bukan lagi masalah di infrastruktur, saya dari bandar lampung itu enggak habis lima ratus ribu. Dahulu saya pakai mobil bbm dari bandar lampung sampai serang itu bisa habis dua juta rupiah. Jauh banget pak selisihnya,” jelasnya.

Untuk mendukung lonjakan ini, PLN bersama mitra telah menyiapkan infrastruktur secara nasional, antara lain:

  • 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia
  • 1.681 unit SPKLU di jalur mudik Trans Sumatera–Jawa–Bali dengan jarak rata-rata antar SPKLU sekitar 22 kilometer

Khusus di wilayah Jawa Tengah, kesiapan layanan diperkuat dengan:

  • 305 unit SPKLU di 192 lokasi dengan berbagai tipe pengisian
  • 79 unit SPKLU di 24 rest area di jalur Tol Trans Jawa di Jawa Tengah

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi menegaskan pihaknya terus melakukan penguatan di titik strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan pengguna kendaraan listrik.

“Kami menyambut baik dukungan dan arahan Bapak Menteri ESDM sebagai penguat langkah PLN dalam menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang. PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan SPKLU, meningkatkan kapasitas layanan, serta memastikan pengalaman pengisian daya yang cepat, mudah, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pada momentum mudik Lebaran ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan agar layanan tetap optimal di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Dengan kondisi tersebut, kendaraan listrik kian menjadi pilihan pemudik, didukung infrastruktur yang semakin siap dan efisien di berbagai jalur utama.  (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Bantul Kaji Penurunan Retribusi Pantai Seusai Keluhan Tarif Rp15.000

Bantul Kaji Penurunan Retribusi Pantai Seusai Keluhan Tarif Rp15.000

Bantul
| Sabtu, 28 Maret 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Kenapa Anak Perlu Dijauhkan dari Medsos, Ini Kata Dokter

Kenapa Anak Perlu Dijauhkan dari Medsos, Ini Kata Dokter

Lifestyle
| Sabtu, 28 Maret 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement