DPD PDIP DIY Serahkan SK PAC se-DIY dan Bekali Penguatan Ideologi
PDI Perjuangan DIY menyerahkan SK PAC 2026-2031 dan memperkuat konsolidasi partai untuk penguatan organisasi serta persiapan pemilu.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin (depan berdiri) menyampaikan sambutan dalam bedah buku Pilar-Pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kalurahan Karangtengah, Imogiri, Kamis (16/4)/ Yosef Leon
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Pilar-Pilar Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kalurahan Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kamis (16/4). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk mendorong penguatan kapasitas desa melalui peningkatan pendapatan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat.
Anggota DPRD DIY, Amir Syarifudin, menekankan indikator utama kemajuan kalurahan terletak pada pendapatan asli kalurahan. Menurutnya, kalurahan dengan pendapatan tinggi mencerminkan manajemen yang baik, termasuk kemampuan menggerakkan kreativitas sumber daya manusia di tingkat lokal.
“Kalau pendapatan asli kalurahan meningkat, itu tanda manajemennya berjalan baik. Kuncinya ada pada keterbukaan dan kemampuan menggali potensi yang dimiliki,” ujar Amir. Ia mencontohkan pengelolaan Embung Potorono di Bantul yang mampu menghasilkan hingga Rp1,6 miliar per tahun berkat keterlibatan aktif anak muda dan manajemen terbuka. Model tersebut dinilai dapat direplikasi, termasuk melalui pengembangan sektor wisata, edukasi, hingga homestay.
“Desa atau kalurahan di DIY, terutama Bantul, tidak kekurangan potensi, semuanya ada mulai dari sungai, perbukitan dan lain sebagainya. Maka itu harus dimanfaatkan dengan optimal,” kata Amir.
Menurutnya, banyak potensi sumber daya manusia, mulai dari lulusan sarjana hingga akademisi, yang belum dilibatkan dalam pembangunan desa. “Anak-anak muda harus diberi ruang, karena mereka punya ide dan kapasitas,” ungkapnya.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, ia mendorong pemerintah kalurahan untuk memperkuat Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) sebagai sumber pendapatan alternatif. Salah satu peluang yang bisa dikembangkan adalah pengelolaan sampah berbasis ekonomi. “Bisa dengan memanfaatkan tanah kas desa [TKD] dan kemudian bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah jadi pendapatan desa,” imbuhnya.
Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, menyoroti rendahnya minat baca masyarakat. Ia menyebut indeks minat baca nasional hanya 0,001, sementara DIY mencapai 0,049 atau 49 dari 1.000 orang yang aktif membaca.
“Minat baca harus terus ditingkatkan karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia dan peluang ekonomi,” ujarnya. Ia menambahkan, DPAD juga mempunyai inovasi berupa buku digital yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Bukubuku itu bisa diakses secara mudah lewat telepon genggam warga. “Ini merupakan layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mendongkrak minat baca,” jelasnya. Penulis buku, Jidda Rabbani, menyatakan desa maju ditopang oleh penguatan SDM, transparansi keuangan, serta partisipasi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan keterbukaan sebagai fondasi pembangunan desa berkelanjutan menuju kesejahteraan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDI Perjuangan DIY menyerahkan SK PAC 2026-2031 dan memperkuat konsolidasi partai untuk penguatan organisasi serta persiapan pemilu.
Keroncong Plesiran ke-10 di Prambanan sukses menarik ribuan penonton meski diguyur hujan, tampilkan kolaborasi lintas genre dan generasi.
Kebo bule Keraton Solo geladi kirab Malam 1 Sura. Beberapa kerbau sempat ngambek karena berahi dan kerumunan warga.
Presiden Prabowo bahas lonjakan investasi asing usai lawatan luar negeri, pemerintah siap buka data ke publik.
Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam Bung Karno di Blitar, momen refleksi nilai perjuangan dan Pancasila.
BGN bantah isu pembagian keuntungan MBG ke Prabowo. Masyarakat diminta tidak mudah percaya hoaks dan cek sumber resmi.