Daya Tarik SMTI Jogja Tinggi, Ribuan Siswa Berebut 324 Kursi
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, jumlah pendaftar mencapai 4.044 peserta, sementara kuota yang tersedia hanya 324 siswa
Eko Suwanto/Istimewa
JOGJA— Kaum perempuan di Indonesia diharapkan terus menggelorakan semangat untuk menjadi sosok yang berdaya dalam kontribusinya membangun bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, saat merefleksikan perjuangan pahlawan nasional Ibu Kartini pada Selasa (21/4/2026).
Menurut Eko Suwanto, perempuan masa kini memegang peranan yang sangat strategis sebagai pilar utama atau soko guru pendidikan, baik dalam lingkup terkecil yakni keluarga, maupun di tengah masyarakat luas. Oleh karena itu, ia mendorong langkah nyata dari pemerintah pusat maupun daerah dalam mendukung peran tersebut.
Desak Peningkatan Anggaran Pemberdayaan
Dalam momentum Hari Kartini ini, Eko Suwanto secara spesifik mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk memberikan perhatian lebih pada alokasi anggaran.
Ia berharap ada peningkatan dana yang dialokasikan khusus untuk program pemberdayaan ibu dan anak demi memperkuat ketahanan keluarga.
"Perempuan Indonesia kini memiliki peran strategis dalam membangun bangsa. Mari teruskan perjuangan Ibu Kartini dalam membawa hak dan peran perempuan lebih setara dan berdaya dalam memajukan harkat perempuan di dunia," kata Eko Suwanto.
Ia menambahkan bahwa sosok ibu adalah pendidik utama yang menentukan kualitas generasi mendatang. "Perempuan adalah soko guru pendidikan, baik di keluarga, juga masyarakat Indonesia. Kita harapkan Pemda DIY tingkatkan anggaran pemberdayaan ibu dan anak," sambungnya.
Komitmen Kesetaraan dan Kesejahteraan
Melalui peringatan tahunan ini, PDI Perjuangan menyatakan komitmen kuatnya dalam mendukung kiprah perempuan di berbagai bidang. Upaya memajukan kehidupan perempuan agar lebih sejahtera dan mendapatkan kesempatan yang sama dalam pengembangan kompetensi dinilai menjadi kunci pembangunan bangsa.
Eko menegaskan bahwa setiap perempuan Indonesia memiliki hak yang setara untuk berperan dalam mewujudkan negara yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian sesuai budaya luhur bangsa.
"PDI Perjuangan ajak seluruh elemen bangsa terus berjuang bersama membawa bangsa Indonesia lebih sejahtera, melanjutkan cita dan api perjuangan semangat Ibu Kartini, mencerdaskan perempuan dan bangsa Indonesia dari kemiskinan dan membebaskan diri dari keterbelakangan, dan lebih berdaya," tutup Eko Suwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026, jumlah pendaftar mencapai 4.044 peserta, sementara kuota yang tersedia hanya 324 siswa
Sebanyak 7.444 siswa di Gunungkidul belum menerima Program Makan Bergizi Gratis. Dinas Pendidikan menyebut keterbatasan sebaran SPPG menjadi kendala utama.
Dalam rangka memperkuat sinergi yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade, THE 1O1 Yogyakarta Tugu resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU)
Korban tewas gempa magnitudo 7,8 di Filipina bertambah menjadi 19 orang. Sebanyak 134 warga terluka dan tujuh lainnya masih dinyatakan hilang.
Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Simak perjalanan karier, prestasi, dan alasan STY menerima pinangan Macan Kemayoran.
Mereka menawarkan solusi pengentasan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi data sosial