Fisipol UMY dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Perkuat Kerja Sama Tridarma

Media Digital
Media Digital Rabu, 14 Oktober 2026 19:32 WIB
Fisipol UMY dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur Perkuat Kerja Sama Tridarma

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan Launching Aplikasi SIGUMI pada Rabu (14/10/2026)/Istimewa

LOMBOK TIMUR— Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan Launching Aplikasi SIGUMI pada Rabu (14/10/2026), pukul 09.00–12.00 WITA, di Kantor Bupati Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian tahun pertama yang didukung Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Riset Inovatif Produktif (RISPRO).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menerapkan hasil penelitian bagi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan komunikasi mitigasi bencana dan pengelolaan pariwisata di kawasan yang memiliki risiko bencana. Sebanyak 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, perguruan tinggi, pengelola kawasan konservasi, serta komunitas dan organisasi masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut.

Penelitian yang didiseminasikan berjudul “Mitigasi Komunikasi Bencana Inklusif Melalui Aplikasi SIGUMI dalam Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Objek Dengan Daya Tarik Wisata (ODTW) di Indonesia (Studi pada Wisata Gunung Berapi: Gunung Merapi, Yogyakarta, Gunung Agung, Bali, dan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat)”.

Penelitian ini mengembangkan pendekatan komunikasi kebencanaan berbasis teknologi digital untuk mendukung penyebarluasan informasi mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat maupun wisatawan di kawasan objek dengan daya tarik wisata yang memiliki risiko bencana.

Bupati Lombok Timur Apresiasi Riset yang Berdampak bagi Daerah

Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M.Si., mengapresiasi kolaborasi penelitian yang dinilai relevan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam mengintegrasikan aspek kebencanaan ke dalam pengelolaan pariwisata.

“Lombok Timur itu tanahnya subur dan dianugerahi pemandangan yang indah. Namun, di samping itu, wilayah ini memiliki risiko bencana yang tinggi, mulai dari tanah longsor, gempa bumi, lahar dingin, banjir bandang, kekeringan, hingga erupsi Gunung Api Rinjani. Adanya hasil penelitian ini tentu membantu kami dalam merumuskan kebijakan baru mengenai pengelolaan wisata di kawasan berisiko bencana, dengan memanfaatkan aplikasi SIGUMI sebagai aplikasi komunikasi mitigasi bencana Gunung Rinjani. Saya sangat mengapresiasi kolaborasi riset yang berdampak,” ungkap Bupati Lombok Timur.

Menurutnya, pengembangan inovasi berbasis penelitian dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat pengelolaan destinasi wisata yang memperhatikan keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar. Hal tersebut menjadi penting bagi Lombok Timur yang memiliki potensi wisata alam, termasuk kawasan Gunung Rinjani, sekaligus menghadapi berbagai potensi ancaman bencana.

FISIPOL UMY Dorong Hilirisasi Hasil Penelitian

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Adhianty Nurjanah, M.Si., yang merupakan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIPOL UMY, menyampaikan bahwa diseminasi hasil penelitian dan penandatanganan kerja sama merupakan bagian dari upaya membawa hasil riset agar dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan.

“Menurut saya, ini adalah wujud nyata dari kolaborasi pentahelix yang ada di Kabupaten Lombok Timur dalam pemecahan masalah, khususnya terkait penanganan bencana di objek dengan daya tarik wisata yang memiliki risiko bencana,” ujar Prof. Adhianty.

Kolaborasi tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, pengelola kawasan wisata, dan komunitas untuk memperkuat pemanfaatan teknologi serta pengetahuan dalam mendukung pengurangan risiko bencana.

Penandatanganan perjanjian kerja sama diharapkan menjadi dasar tridarma bagi penguatan koordinasi dan keberlanjutan pemanfaatan hasil penelitian, termasuk pengembangan dan sosialisasi aplikasi SIGUMI sesuai dengan kebutuhan daerah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lombok Timur, Lalu Mulyadi, turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dan mengapresiasi tim RISPRO. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan aplikasi SIGUMI dapat membantu mengurangi risiko bencana di kawasan rawan bencana di Lombok Timur,” ujarnya.

SIGUMI Diperkenalkan kepada Pemangku Kepentingan

Selain diseminasi hasil penelitian dan penandatanganan kerja sama, kegiatan ini diisi dengan peluncuran serta uji coba aplikasi SIGUMI. Peserta berkesempatan mengunduh aplikasi dan mencoba fitur yang tersedia untuk mengenal pemanfaatannya dalam mendukung komunikasi mitigasi bencana.

Perwakilan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) juga mengapresiasi fitur tracking pendaki yang dinilai berpotensi membantu pengelola dalam memantau aktivitas pendakian dan mendukung proses pencarian ketika terjadi kondisi darurat.

“Sebagai pengelola TNGR, kami sangat mengapresiasi aplikasi SIGUMI dalam fitur tracking pendaki. Fitur ini diharapkan dapat membantu dan memudahkan pengelola dalam pencarian serta pelacakan pendaki yang melakukan pendakian di Gunung Rinjani,” ungkap perwakilan TNGR.

Peluncuran ini diharapkan menjadi awal penguatan pemanfaatan hasil penelitian dalam pengelolaan wisata yang lebih memperhatikan keselamatan. Penggunaan aplikasi tetap perlu didukung edukasi, pembaruan informasi, evaluasi, serta koordinasi antarlembaga agar dapat digunakan sesuai kebutuhan di lapangan.

Melalui kerja sama antara FISIPOL UMY dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, hasil penelitian RISPRO LPDP diharapkan tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga mendukung kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan di kawasan wisata Gunung Rinjani. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online