UGM Dampingi Poklahsar Srikandi Mandiri Benahi Kemasan

Media Digital
Media Digital Selasa, 15 September 2026 16:00 WIB
UGM Dampingi Poklahsar Srikandi Mandiri Benahi Kemasan

Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama anggota Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Srikandi Mandiri dan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berfoto bersama seusai kegiatan pendampingan pengembangan kemasan dan legalitas produk pangan di Kulon Progo, Selasa 15 September 2026. - Desin/Dokumentasi UGM

KULONPROGO— Universitas Gadjah Mada (UGM) mendampingi Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Srikandi Mandiri di KULONPROGO dalam memperbaiki kemasan produk pangan beku sekaligus menyiapkan legalitas usaha untuk mendukung perluasan pemasaran.

Pendampingan menyasar ibu-ibu anggota Poklahsar Srikandi Mandiri yang selama ini memproduksi berbagai produk pangan beku, antara lain cireng, nugget, dan risol. Tim UGM yang terlibat terdiri atas Sang Norma Lintang Asmara, S.T., M.T., Sonia Dora Febri Esa, S.T.P., M.Sc., dan Nadia ABM, S.T.P., M.FoodScTech.

Salah satu kendala yang dihadapi kelompok tersebut adalah kemasan produk yang masih menggunakan wadah thinwall. Kemasan tersebut membutuhkan ruang yang cukup besar ketika disimpan di lemari pendingin.

Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan bagi sejumlah toko ritel yang akan memasarkan produk karena kapasitas ruang penyimpanan mereka terbatas. Dari sisi tampilan, kemasan tersebut juga dinilai masih dapat dikembangkan agar produk terlihat lebih menarik ketika dipajang.

Untuk menjawab kendala tersebut, tim UGM memberikan penyuluhan mengenai penerapan teknologi vacuum packaging. Peserta diperkenalkan dengan prinsip kerja pengemasan vakum serta manfaatnya untuk produk pangan beku, terutama dalam menghasilkan kemasan yang lebih ringkas dan rapi.

Penggunaan teknologi tersebut dapat menghemat ruang penyimpanan sekaligus meningkatkan tampilan produk. Penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung menggunakan mesin vacuum packaging.

Para peserta secara bergantian mencoba mengemas produk mereka, mulai dari cireng, nugget, hingga risol. Melalui praktik tersebut, peserta dapat secara langsung melihat proses pengemasan dan hasil akhir produk menggunakan teknologi vakum.

Selain aspek kemasan, tim UGM juga memberikan pendampingan dalam menyiapkan dokumen Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP). Pendampingan ini dilakukan karena Poklahsar Srikandi Mandiri tengah berupaya melengkapi legalitas produk sebagai bagian dari persiapan untuk memperluas pemasaran.

Dalam proses tersebut, kegiatan juga melibatkan pendampingan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terkait. Peserta mendapatkan arahan mengenai dokumen yang perlu disiapkan dan tahapan yang perlu dilalui dalam proses pengurusan SKP.

Pendampingan kemasan dan legalitas dilakukan secara beriringan untuk menjawab kebutuhan kelompok dalam mengembangkan pemasaran. Perbaikan kemasan diharapkan dapat membuat produk lebih efisien untuk ditata dan lebih menarik bagi konsumen maupun calon mitra ritel.

Sementara itu, pemenuhan legalitas diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kelompok dalam memasuki pasar yang lebih luas.

Tim UGM berharap pendampingan tersebut dapat membantu Poklahsar Srikandi Mandiri semakin percaya diri dalam mengembangkan dan memasarkan produknya. Dengan dukungan teknologi pengemasan, kesiapan legalitas, serta pendampingan dari berbagai pihak, kelompok diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas akses pemasaran produk olahan yang mereka hasilkan. (Advertorial)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online