Aktivitas Merapi Masih Tergolong Kecil
Meski terus mengeluarkan guguran lava pijar, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menilai aktivitas Gunung Merapi masih kecil.
Meski terus mengeluarkan guguran lava pijar, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja menilai aktivitas Gunung Merapi masih kecil.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengamati telah terjadi enam kali guguran lava Gunung Merapi dalam rentang waktu kurang dari dua jam, Minggu (13/1/2019) malam.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat dua kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi pada Minggu (13/1/2019) dini hari ke arah hulu Kali Gendol.
Gunung Merapi pada Sabtu (12/1/2019) dini hari dua kali meluncurkan guguran lava pijar. Ini terekam oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Hanik Humaida menyatakan dalam sepekan ini aktivitas kegempaan di Gunung Merapi tercatat antara lain, gempa guguran sebanyak 221 kali, gempa tektonik 11 kali, gempa dengan frekuensi rendah sebanyak enam kali.
Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava mencapai 30 kali dalam sehari dengan jarak luncuran antara 200 hingga 600 meter. Meski intensitas guguran akhir-akhir ini sering terjadi, namun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY belum berencana menaikkan status merapi. Masyarakat lereng merapi diimbau untuk tetap tenang dan tidak beraktivitas pada radius tiga kilometer dari puncak merapi.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat telah terjadi guguran kubah lava di Gunung Merapi, Sabtu (29/12/2018).
Guguran lava pijar Gunung Merapi kembali terjadi pada Selasa (25/12/2018) malam.
Kembali terjadi guguran lava pijar di Gunung Merapi, Selasa (25/12/2018).