BPPTKG: Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah hulu kali Gendol pada Jumat (23/11/2018).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar ke arah hulu kali Gendol pada Jumat (23/11/2018).
Kubah lava baru Gunung Merapi yang terbentuk sejak 11 Agustus hingga saat ini masih tumbuh meski lajunya rendah.
Guguran lava pijar Merapi yang sudah bisa terlihat dianggap bisa menjadi tontonan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman ingatkan kewaspadaan dan ikuti anjuran jarak aman tidak lebih dari tiga kilometer.
Kubah lava Gunung Merapi masih tumbuh dengan terjadi guguran lava pijar. Namun hingga kini volume kubah lava Merapi masih sangat kecil dibandingkan erupsi magmatik pada 2006.
Gunung Merapi memasuki fase magmatik. Warga Lereng Merapi beraktifitas normal dan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Setelah terpantau terjadi guguran lava pijar pada Selasa (25/9/2018) kemarin, kini hampir setiap hari Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar. Namun demikian hal ini dinilai sebagai fenomena biasa di tengah pertumbuhan kubah lava.
Aktivitas Gunung Merapi menandai fase barunya, yakni fase Magmatik. Namun demikian status Gunung Merapi masih belum berubah dari level II (waspada).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY terus melakukan pengamatan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Dari hasil pemantauan diketahui guguran lava pijar meluncur ke dasar kawan Merapi.
Kepala Desa Tepus, Supardi mengatakan kendati di daerahnya banyak luweng, penemuan luweng tersebut tidak ia duga.
Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) pada Rabu (29/8/2018) dini hari turut dirasakan hingga sekitar lereng Gunung Merapi. Namun demikian gempa tidak mempengaruhi aktivitas Merapi.