Warga Desa Teratas di Merapi Tingkatkan Kewaspadaan
Gunung Merapi memasuki fase magmatik. Warga Lereng Merapi beraktifitas normal dan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Gunung Merapi memasuki fase magmatik. Warga Lereng Merapi beraktifitas normal dan tetap meningkatkan kewaspadaan.
Setelah terpantau terjadi guguran lava pijar pada Selasa (25/9/2018) kemarin, kini hampir setiap hari Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar. Namun demikian hal ini dinilai sebagai fenomena biasa di tengah pertumbuhan kubah lava.
Aktivitas Gunung Merapi menandai fase barunya, yakni fase Magmatik. Namun demikian status Gunung Merapi masih belum berubah dari level II (waspada).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY terus melakukan pengamatan terhadap aktivitas Gunung Merapi. Dari hasil pemantauan diketahui guguran lava pijar meluncur ke dasar kawan Merapi.
Kepala Desa Tepus, Supardi mengatakan kendati di daerahnya banyak luweng, penemuan luweng tersebut tidak ia duga.
Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) pada Rabu (29/8/2018) dini hari turut dirasakan hingga sekitar lereng Gunung Merapi. Namun demikian gempa tidak mempengaruhi aktivitas Merapi.
Kendati fase erupsi efusif Gunung Merapi cenderung stabil, tetapi kemungkinan terjadinya guguran yang menyebabkan awan panas tetap diwaspadai. Diperkirakan jika terjadi guguran akan ke arah tenggara sesuai arah bukaan kubah lava saat ini.
Saat ini kubah lava yang terbentuk di Gunung Merapi masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah. Laju pertumbuhan lava kurang dari 20.000 m3 perhari.
Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida membenarkan adanya peningkatan laju pertumbuhan kubah lava untuk pada hari Sabtu (25/7/2018) yang mencapai 6.000 meter kubik per hari. Pertumbuhan itu tergolong paling tinggi dibandingkan pada periode sebelumnya pada Rabu (22/8/2018) di angka 4.600 meter kubik dalam sehari.
Adanya kubah lava baru di Gunung Merapi telah menandai dimulainya erupsi efusif [lelehan]. Namun demikian berapa lama waktu erupsi efusif akan terjadi tidak dapat diprediksi.