Ini Penjelasan BPPTKG soal Potensi Erupsi Eksplosif Gunung Merapi
Gunung Merapi kini telah memasuki fase erupsi dan cenderung terjadi erupsi efusif.
Gunung Merapi kini telah memasuki fase erupsi dan cenderung terjadi erupsi efusif.
Aktivitas Gunung Merapi setelah adanya kubah lava baru saat ini masih cenderung stabil. Namun demikian guguran di kubah lava yang dapat menyebabkan awan panas perlu untuk diwaspadai.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebancanaan Geologi (BPPTKG) DIY mencatat terus terjadi pertumbuhan kubah lava baru di puncak Gunung Merapi. Namun demikian pertumbuhannya masih tergolong rendah.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTKG) DIY mencatat terjadi peningkatan pertumbuhan kubah lava mencapai 4.600 meter kubik per hari pada periode antara 18 Agustus hingga 22 Agustus 2018.
Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY mengungkapkan ada kubah lava baru di puncak Merapi. Bagaimana dengan perubahan perilaku satwa di kawasan tersebut.
Jalur Pendakian Gunung Merapi telah ditutup sejak berstatus waspada. Aktivitas terbaru Gunung Merapi telah terjadi pembentukan kubah lava baru, oleh karena itu jalur pendakian Merapi benar-benar disterilkan demi keamanan.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) DIY menyampaikan informasi adanya kubah lava baru di Gunung Merapi. Namun demikian warga di lereng Merapi tetap tenang.
Pasca-rangkaian letusan freatik 11 Mei-hingga 1 Juni tahun ini, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terutama kegempaan berfluktuasi dalam kisaran di atas kondisi normal.
Para pendaki yang biasa merayakan HUT RI di atas Gunung Merapi, tahun ini tidak bisa terlaksana.
Sejak dua bulan lalu status Gunung Merapi masih dinyatakan waspada. Pertimbangan status yang tak berubah disebabkan karena aktivitas seismik atau kegempaan yang masih cukup tinggi di dalam Gunung Merapi.