Upah Buruh Jogja 2018 Terendah se-Indonesia, Pemda DIY : UMP 2019 Tunggu Rapat Tripartit
Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 untuk DIY sebentar lagi akan diumumkan.
Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 untuk DIY sebentar lagi akan diumumkan.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman menetapkan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Sleman sebagai pembanding ketetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK). UMK yang akan ditetapkan bulan depan diyakini akan lebih besar dibanding KHL.
Serikat buruh meminta Gubernur DIY Sri Sultan HB X mempertimbangkan upah minimum kabupaten (UMK) di sekitar provinsi ini sebelum menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019.
Pembahasan soal kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebagai kelanjutan dari penetapan kenaikan Upah Minimun Provinsi (UMP), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul baru akan membahas pekan depan.
Kementerian Tenaga Kerja menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 naik 8,03% dari UMP 2018. Persentase kenaikan tahun ini paling rendah dalam kurun empat tahun.
Upah buruh di DIY saat ini dinilai memprihatinkan karena masih rendah di banding rata-rata nasional. Padahal sesuai survei, kebutuhan hidup layak di DIY jauh dari nilai upah yang ditetapkan saat ini.
Juru bicara Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) Irsyad Ade Irawan mengatakan Upah Minimum Kabupateb (UMK) di DIY saat ini kurang berpihak pada kesejahteraan buruh. Hal tersebut disampaikan oleh Irsyad kepada wartawan pada Senin (16/10) di kantor sekretariat ABY di Jl Anggajaya No.294, Condongcatur, Depok, Sleman.
Serikat pekerja di Gunungkidul berharap ada kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2019 paling sedikit 7,5 % dari upah yang berlaku sekarang. Tuntutan ini tidak lepas dari inflasi yang berpengaruh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
Gaji yang masih minim dan lapangan kerja yang belum begitu banyak dinilai menjadi faktor pendorong masyarakat Gunungkidul memilih merantau ke luar daerah.
Merasa aspirasinya selama ini tak terwakili di legislatif, DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY mengirimkan empat kadernya dalam Pemilu 2019 mendatang.