Kenaikan Tarif Ojol Bisa Picu Inflasi hingga 2 Persen
Ekonom Indef mengatakan kenaikan tarif ojek online (ojol) bisa picu inflasi hingga 2 persen. Simak penjelasannya.
Ekonom Indef mengatakan kenaikan tarif ojek online (ojol) bisa picu inflasi hingga 2 persen. Simak penjelasannya.
Berikut daftar tarif ojek online terbaru per September 2022 yang naik berdasarkan kebijakan Kemenhub.
Begini curhatan pengemudi ojek online pasca kenaikan tarif ojol oleh aplikator Gojek dan Grab.
Indef mengungkapkan dampak kenaikan tarif ojek online terhadap inflasi, angka pengangguran hingga pertambahan jumlah penduduk miskin.
Peneliti Indef, Nailul Huda memaparkan sejumlah dampak kenaikan tarif ojek online (ojol) yakni memicu peningkatan inflasi.
Tarif baru transportasi daring, termasuk ojek online (ojol) resmi diberlakukan Minggu (11/9/2022).
Kebijakan tarif baru transportasi online dinilai belum mampu menutup beban operasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Grab Indonesia dan Gojek Indonesia juga memberlakukan penyesuaian tarif terhadap jasa roda empat, jasa pengiriman makanan dan barang bersamaan dengan kenaikan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan naiknya tarif ojek online atau ojol mulai 11 September 2022, mundur sedikit dari rencana awal per 10 September
Paguyuban Gojek Driver Jogja (Pagodja) menilai tarif baru yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih rendah jika dibanding kenaikan harga BBM.