Setelah Iduladha, Penggilingan Daging Sapi di Sleman Diserbu Warga
Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan. Hal tersebut imbas dari Hari Raya Iduladha beberapa hari yang lalu.
Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan. Hal tersebut imbas dari Hari Raya Iduladha beberapa hari yang lalu.
Pada Minggu (11/8/2019) mendatang, umat Muslim akan merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi dan kambing.
Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menggencarkan sosialisasi agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik untuk membungkus daging sapi atau daging kambing.
Menjelang pelaksanaan Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) DIY terus mengantisipasi menyebaran dugaan sapi terpapar antraks di Kabupaten Gunungkidul. Penanganan dan pengawasan lalu lintas ternak terus ditingkatkan.
Terkait gejolak harga komoditi ayam, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengaku tidak bisa mengambil langkah intervensi. Hal itu disebabkan, kewenangan Disperindag sebatas menyangkut distribusi, sedangkan persoalan harga, sepenuhnya diserahkan mekanisme pasar.
Dinas Pertanian (Distan) DIY menilai anjloknya harga ayam hidup di tingkat peternak bukan hanya terjadi di DIY. Dalam waktu dekat, Distan akan mengundang para peternak untuk menyikapi permasalahan tersebut.
Peternak mandiri menjual ayam di pinggir jalan menyiasati rendahnya harga ayam hidup.
Jelang Lebaran harga daging sapi segar diprediksi naik. Kenaikan diperkirakan bakal terjadi sekitar 5-7 hari jelang Idulfitri.
Stok daging ayam dari luar DIY mulai meningkat. Hal tersebut dinilai membantu menurunkan harga daging ayam di DIY yang masih tinggi.
Para pedagang daging ayam masih menilai harga daging ayam terlampau tinggi meskipun stok daging ayam berangsur normal. Para pedagang masih harus menurunkan harga ayam saat siang hari dari Rp42.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Namun mereka masih mengalami kerugian.