Selama Pandemi, Daging Sapi di Bantul Kurang Laku
Daging sapi kurang laku di Bantul selama pandemi Covid-19.
Daging sapi kurang laku di Bantul selama pandemi Covid-19.
Harga daging sapi di Pasar Wates, Kabupaten Kulonprogo terpantau stabil. Tak ada kenaikan yang signifikan seperti yang terjadi di wilayah Jakarta Bogor Depok dan Tangerang (Jabodetabek).
Di tengah masyarakat muncul anggapan bahwa daging kambing berpotensi memicu kolesterol dan darah tinggi.
Sebagian orang masih merasa jijiki jika tidak mencuci daging ayam sebelum memasakknya. Mereka masih ragu kendati sudah ada imbauan untuk tidak mencuci daging ayam mentah sebelum dimasak.
Sebanyak dua rumah potong hewan (RPH) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman belum mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang dikeluarkan Kementerian Pertanian.
Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 29/2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan akan direvisi kembali.
Permintaan jasa penggilingan daging di Kabupaten Sleman meningkat cukup signifikan. Hal tersebut imbas dari Hari Raya Iduladha beberapa hari yang lalu.
Pada Minggu (11/8/2019) mendatang, umat Muslim akan merayakan Iduladha dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi dan kambing.
Sepekan menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menggencarkan sosialisasi agar masyarakat mengurangi penggunaan plastik untuk membungkus daging sapi atau daging kambing.
Menjelang pelaksanaan Iduladha, Dinas Pertanian (Distan) DIY terus mengantisipasi menyebaran dugaan sapi terpapar antraks di Kabupaten Gunungkidul. Penanganan dan pengawasan lalu lintas ternak terus ditingkatkan.