Jelang Ramadan-Idulfitri, 200.000 Ton Daging Diimpor dari Brasil dan India
Pemerintah mempercepat kedatangan daging sapi dan kerbau impor jelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Pemerintah mempercepat kedatangan daging sapi dan kerbau impor jelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
Dewan Penasihat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Teguh Boediyana memaparkan banyak kejanggalan data produksi daging sapi nasional.
Antrean jasa penggilingan daging mulai terlihat di kios daging Pasar Wates. Sejak pagi, masyarakat mulai berbondong-bondong membawa daging kurbannya untuk digiling.
Selain di kulkas, ada banyak cara menyimpan daging kurban yang bisa Anda coba. Anda dapat menyimpan daging kurban selain di kulkas dengan mengeringkan daging dari cairan, pengawetan kering, pengawetan basah, menggunakan garam pengawet, mengasap daging, membuat dendeng, dan pengalengan daging.
Pasokan daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini masih lancar dan belum terpengaruh dengan penutupan pasar hewan akibat terjadinya penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Dua kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ditemukan di Kulonprogo akhir pekan lalu. Dua hewan yang terjangkit masing-masing satu sapi dan satu domba di Pandowan, Kapanewon Galur. Dampak kasus tersebut membuat pasokan daging sapi menjadi lebih sulit.
Mulai H-10 Lebaran, harga daging sapi di pasaran dipastikan naik sebesar Rp10.000.
Sementara soal wacana pergeseran konsumsi dari daging sapi ke daging kerbau akibat harga daging sapi yang mahal di beberapa kota di Indonesia, diklaim tak terjadi di Jogja.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul menjamin daging gelonggongan atau daging basah sulit masuk ke Bantul. Sebab, pasokan daging di pasar-pasar tradisional di Bantul harus melalui surat dan stempel dari Rumah Potong Hewan (RPH).
Ketersediaan bahan pangan di awal Ramadan diklaim masih aman. Saat mendekati Lebaran nantinya, pengecekan kualitas pangan, khususnya komoditas daging bakal digencarkan.