2 Pasang Lansia Dinikahkan Gratis
Sebanyak dua pasangan lansia asal Kampung Sanggrahan, Kelurahan Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Jogja melangsungkan pernikahan secara bersama-sama.
Sebanyak dua pasangan lansia asal Kampung Sanggrahan, Kelurahan Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Jogja melangsungkan pernikahan secara bersama-sama.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman akan menggunakan metode kombinasi dalam melakukan sensus penduduk pada 2020 mendatang.
Hingga akhir 2018, Dinas Kependudukan dan Pencatatan (Disdukcapil) Gunungkidul mencatat ada 64.307 data anomali kependudukan. Data anomali merupakan data penduduk yang tidak lazim dan belum diketahui kebenarannya, misalnya berkaitan dengan kematian, kepindahan penduduk dan pemutakhiran data yang tidak dilaporkan. Dari data di atas, jumlah data penduduk yang nonaktif ada 46.384 jiwa.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan bonus demografi yang bisa dipetik Indonesia pada 2030 menghadapi tantangan serius yang perlu diantisipasi.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul melakukan pemutakhiran server secara nasional. Dampaknya, sejak awal bulan ini pencetakan berkas data kependudukan tersendat.
Kepala Korlantas Polri Irjen Refdi Andri menanggapi Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang berpendapat semestinya pemerintah berfokus pada pembuatan satu kartu sebagai identitas tunggal, yakni KTP elektronik yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kulonprogo mencatat jumlah warga yang punya akta kelahiran hingga Agustus 2019 mencapai 60,09 persen. Jumlah ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 58 persen.
Pengurus Bhayangkari Kulonprogo memberikan bantuan pembuatan akta kelahiran gratis kepada 100 warga dari sejumlah desa di Bumi Binangun.
Penyaluran dana bantuan sosial kepada masyarakat pada tahun depan menggunakan basis data Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Pencetakan kartu identitas anak (KIA) di Gunungkidul masih terkendala minimnya sumber daya manusia (SDM) dan alat pencetak. Akibatnya masih banyak KIA yang belum tercetak di tingkat desa maupun yang mendaftar secara kolektif di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).