Suranto Berjuang Daftarkan Istri Jadi Peserta BPJS Kesehatan
Suranto warga Dusun Benteng, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, tak patah semangat untuk mengurus kepesertaan istrinya, Rumtiyati, menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Suranto warga Dusun Benteng, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, tak patah semangat untuk mengurus kepesertaan istrinya, Rumtiyati, menjadi peserta BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan Cabang Sleman kembali melaksanakan pertemuan dengan para kader JKN terkait dengan evaluasi kinerja dan dalam rangka pencapaian target kolekting iuran, Jumat (18/9/2020).
Heni Sulaikha, warga Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, mengaku bersyukur mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dia dan keluarganya masuk dalam kelompok penerima bantuan iuran (PBI).
Isti Yunariyah, Warga Bercak, Jogotirto, Berbah memiliki cerita bagaimana program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan membantu keluarganya.
Trisno Sumargono tergopoh-gopoh menuju Kantor BPJS Kesehatan Sleman, Kamis (10/9). Dia datang karena ada tagihan tunggakan iuran yang belum dibayar selama dua tahun.
Tumini, 50, warga Tridadi, Sleman, merasa nyaman menjadi peserta BPJS Kesehatan. Baginya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ibarat pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati.
Padhikta Swastika menyadari betapa besar manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi keluarganya. Selain istrinya, Salma, ia juga mendaftarkan anak pertamanya Naila sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kini, Dhikta mendaftarkan lagi anak keduanya sebagai peserta JKN untuk jalur mandiri.
Siti Mutmainnah warga Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, harus menjalani pemeriksaan rutin sebulan sekali. Aktivitas seperti itu ia lakoni sejak 10 tahun lalu demi menjaga kondisi kesehatannya.
Kondisi ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi Covid-19 memang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. Kewajiban membayar iuran bulanan seperti iuran BPJS Kesehatan pun membuat sebagian warga kewalahan.
Untuk memaksimalkan layanan kepada peserta BPJS Kesehatan, ada baiknya menggunakan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk pindah kelas pun cukup menggunakan layanan tersebut.