Indonesia Borong Tiga Gelar di AQUA SEA Badminton Final 2026
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Workshop TK Peduli Gigi Sehat yang diadakan dosen UMY Laelia Dwi Anggraini./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Laelia Dwi Anggraini, dosen Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (PSPDG-FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), membentuk TK Peduli Gigi Sehat di Kota Jogja dalam Dental Prevention Care untuk Anak Milenial. Kegiatan itu adalah bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY.
“Tujuannya adalah menjadikan taman kanak-kanak [TK] yang peduli kesehatan gigi,” kate Laelia melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu diukuti 100 guru TK di Kota Jogja. Kegiatan diawali dengan workshop sebanyak tiga kali di RSGM [Rumah Sakit Gigi Mulut] UMY. Workshop menghadirkan narasumber Laelia Dwi Anggraini, Likky Tiara, dan Pipiet Kusumastuti.
Workshop pertama tentang persamaan presepsi untuk Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) dan perwakilan TK jejaring RSGM UMY. Workshop kedua tentang konsep TK peduli kesehatan gigi. Workshop ketiga tentang persiapan ke lapangan diikuti kunjungan ke TK Qotrunnada, Sonosewu.
“Sebenarnya masih ada agenda lain, yakni desiminasi hasil workshop dan penyuluhan untuk para perwakilan guru TK se-Kota Jogja pada 28 Maret 2020. Namun, karena UMY dan RSGM tertutup untuk pengumpulan massa, sehingga kegiatan itu dibatalkan. Adapun barang dan alat medis yang sudah dibeli, tetap diserahkan pada TK yang terlibat, sedangkan semua materi penyuluhan telah disampaikan pada saat workshop sebelumnya.,” ujar Laelia.
Menurut dia, hampir semua peserta workshop menyatakan perhatian untuk kebersihan gigi dan mulut masih sangat minimal di tinhkat TK. Kunjungan dokter gigi ke TK juga relatif jarang.
“Pelaksana lapangan untuk kesehatan anak TK ialah puskesmas, tetapi tidak pernah berkunjung, padahal sebagai pembina harusnya setahun dua kali ada kunjungan. Ada kemungkinan hal ini terjadi karena kesibukan di puskesmas,” kata dia.
Laelia mengatakan juga berharap kegiatan ini dilakukan kembali dengan menjangkau lebih banyak lagi TK di Jogja.
“Juga TK yang dibawah naungan Aisyiyah (TK ABA) supaya lebih banyak lagi dilibatkan,” ujar dia.
“Pengabdian masyarakat dilakukan sesuai rencana. Target kemandirian TK untuk peduli kesehatan giginya telah dilakukan. Tetapi tidak sempat melakukan desiminasi hasil, karena kewaspadaan Covid-19 yang melarang berkumpul bersama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Jorge Lorenzo akui teknik menikung Marc Marquez di tikungan kiri mustahil ditiru. Gaya pengereman dan sliding jadi rahasia kehebatan The Baby Alien.
Malas bersih-bersih? Terapkan 7 trik rumah tetap rapi ini. Cukup 10 menit sehari, rumah bersih tanpa menguras tenaga. Cocok untuk Anda yang sibuk!
PSS Sleman menyiapkan kedalaman skuad dan rotasi pemain untuk menghadapi Super League dan League Cup musim 2026/2027.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.