UMY Dorong Penerapan Sustainable Living pada Rumah Tangga dengan Pembuatan Produk Kesehatan Ramah Lingkungan

Media Digital
Media Digital Sabtu, 17 Juli 2021 22:17 WIB
UMY Dorong Penerapan Sustainable Living pada Rumah Tangga dengan Pembuatan Produk Kesehatan Ramah Lingkungan

Program Penerapan Sustainable Living Pada Rumah Tangga Dengan Pembuatan Produk Kesehatan Ramah Lingkungan./Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—apt. Dyani Primasari S, M.Sc., dosen Farmasi FKIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menginisiasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertema Program Penerapan Sustainable Living Pada Rumah Tangga Dengan Pembuatan Produk Kesehatan Ramah Lingkungan.

PKM berlangsung lewat aplikasi zoom pada 28 Juni 2021 dan diikuti 43 ibu rumah tangga dan keluarga.

“Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi terhadap pentingnya menjaga lingkungan dimulai dari lingkungan rumah tangga,” kata Dyani.

Kegiatan dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada peserta melalui aplikasi zoom karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Penyuluhan diberikan dengan dua topik, yaitu "Yuk Mulai Bijak Pilah dan Kelola Sampah Mulai dari Rumah" dan "Pembuatan Sabun dan Lilin dari Minyak Jelantah". Topik yang pertama diberikan oleh Ananto Isworo, S.Ag. Dia merupakan tokoh penggerak masyarakat dalam hal sustanable living dan aktif dalam kegiatan kemuhamadiyahan.

Topik "Yuk Mulai Bijak Pilah dan Kelola Sampah Mulai dari Rumah" diberikan sebagai pengenalan dan pengingat peserta untuk memulai pelestarian lingkungan mulai dari lingkungan rumah. Hal ini dapat dilakukan dengan pemilahan dan pengelolaan sampah. Pemilahan sampah menurut jenisnya dapat memudahkan kita dalam pengelolaannya. Fungsi sampah yang sudah dipilah sangatlah banyak; diantaranya adalah dapat menjadi pupuk untuk sampah organik, kemudian sampah plastik yang tidak dapat terurai oleh tanah, dapat kita jadikan ecobrick. Ecobrik dapat digunakan sebagai berbagai macam alat bantu dalam rumah. Kemudian dijelaskan pula bagaimana memulai gerakan sodaqoh sampah dari lingkungan keluarga dan warga sekitar. pengumpulan sampah menjadi pundi-pundi rupiah dapat menggerakkan masyarakat untuk bangkit mengelola sampah dengan bijak.

Topik kedua, yaitu "Pembuatan Sabun dan Lilin dari Minyak Jelantah" diberikan oleh Sisilia Warassari. Dia adalah aktivis Green Naturalist mulai dari tahun 2012, kecintaannya terhadap produk natural membuatnya tergerak untuk menciptakan berbagai karya dari bahan-bahan alam tersebut; diantaranya adalah sabun dan lilin dari minyak jelantah. Dalam penyuluhan ini diberikan contoh dan diperagakan bagaimana proses pembuatannya secara singkat. Mulai bahan-bahan yang dibutuhkan untuk sabun jelantah yaitu Minyak jelantah, minyak jelantah yang akan digunakan harus di-treatment dahulu dengan menggunakan arang/ pisang/ jahe/ maizena sebelum dicampurkan ke bahan yang lain. Hal ini berlaku untuk pembuatan sabun maupun lilin.

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabun antara lain: Minyak jelantah, NaOH, Aquadest/ air pandan/ air sereh/ air kopi/ air teh, minyak kelapa, citric acid/ citrun/ jeruk nipis, ekstrak herbal dan minyak wangi. Sedangkan bahan yang digunakan untuk pembuatan lilin adalah: Minyak jelantah, Stearin, sumbu katun, Gelas cetakan lilin, panci double bioler, pewarna/ krayon, dan minyak wangi. Dalam penyuluhan ini diberikan juga tips dan triks bagaimana membuat sabun dan lilin jelantah menjadi menarik dan dapat menciptakan daya jual. Hal ini semakin menarik minat peserta untuk mengelola sampah, salah satunya minyak jelantah.

Setelah kedua topik dijelaskan, dilanjutkan proses tanya jawab seputar kedua topik. Banyak peserta mempunyai minat terhadap hal ini dan akan memulai proses pemilahan serta pengelolaan sampah dari rumah masing-masing. Hal ini terlihat dari 94% respon peserta yang memberikan respon positif mengenai pengalamannya dalam melakukan pengelolaan sampah.

“Banyak peserta mempunyai minat terhadap hal ini dan akan memulai proses pemilahan serta pengelolaan sampah dari rumah masing-masing. Hal ini terlihat dari 94% respon peserta yang memberikan respon positif mengenai pengalamannya dalam melakukan pengelolaan sampah,” ujar Dyani. (ADV)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online