CEO GOTO Ungkap Strategi Bikin Cuan Perusahaan
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Capacity Building Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Ke-Islaman di TPA Nurul Qur'an./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diinisiasi Dian Eka Rahmawati, dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol mengangkat tema Capacity Building Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Ke-Islaman di TPA Nurul Qur’an.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di TPA Nurul Qur’an Segoroyoso, Pleret, Bantul. Mitra pengabdian pada kegiatan abdimas ini adalah pengelola TPA Nurul Qur’an. TPA ini belum lama berdiri dan dikelola oleh ustadz ustadzah yang berasal dari lingkup Muhammadiyah. Sebagai salah satu lembaga pendidikan informal anak dini, maka pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam merupakan hal penting yang harus ditanamkan sebagai dasar pembentukan karakter yang tertanam dalam kognisi, afeksi, dan perilaku santri.
“Untuk bisa menjalankan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, maka ustadz ustadzah perlu mendapatkan bekal pengetahuan dan pemahaman mengenai pendidikan karakter berbasis ke-Islaman, sehingga bisa mengaplikasikannya dalam metode pembelajaran untuk para santri,” kata Dian Eka.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan pengurus TPA Nurul Qur’an, ditemukan permasalah dalam penanaman pendidikan karakter terhadap para santri, yaitu Ustadz ustadzh mayoritas tidak memiliki latar belakang ilmu pendidikan, sehingga tidak memahami perspektif pedagogis dalam pendidikan di TPA Nurul Qur’an. Ustadz ustadzah masih menggunakan cara lama dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, sehingga kurang menarik bagi anak-anak.
Setelah melalui FGD antara tim pengabdi dan mitra, disepakati bersama bahwa solusi atas permasalahan yang telah diidentifikasi di atas adalah dengan melakukan capacity building bagi para ustadz dan ustadzah. Secara umum konsep capacity building dapat dimaknai sebagai proses membangun kapasitas individu, kelompok atau organisasi. Capacity building dapat juga diartikan sebagai upaya memperkuat kapasitas individu, kelompok atau organisasi yang dicerminkan melalui pengembangan kemampuan, ketrampilan, potensi dan bakat serta penguasaan kompetensi-kompetensi sehingga individu, kelompok atau organisasi dapat bertahan dan mampu mengatasi tantangan perubahan yang terjadi secara cepat dan tak terduga. Capacity building dapat pula dimaknai sebagai proses kreatif dalam membangun kapasitas yang belum tampak.
Melalui capacity building diharapkan akan memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam, yang kemudian diaplikasikan ke dalam metode pembelajaran atau pendidikan di TPA Nurul Qur’an. Program capacity building diturunkan ke dalam beberapa kegiatan sesuai dengan perasalahan mitra.
Pelatihan dan pendampingan penyusunan modul pendidikan karakter berbasis nilai ke-Islaman. Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ustadz dan ustadzah dari perspektif pedagogis supaya mampu merancang rencana pembelajaran yang baik. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: modul pembelajaran pendidikan karakter berbasis nilai ke-Islaman.
Pelatihan desain creativity dalam menerapkan pendidikan karakter berbasis nilai ke-Islaman. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan ustadz dan ustadzah untuk memahami anak didik dengan perkembangan sosial kultural dan teknologi yang melingkupinya, sehingga bisa menghasilkan model-model pembelajaran yang kreatif sesuai perkembangan. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: desain kreativitas pembelajaran yang akan diaplikasikan dalam proses pembelajaran di TPA Nurul Qur’an.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UMY dan kepada tim pengabdian masyarakat karena telah dibantu untuk membuat modul pembelajaran dan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Kami tidak memiliki latar belakang pendidikan, sehingga kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat sangat bermanfaat bagi kami. Harapan kami, peserta didik akan semakin antusias dan semangat untuk belajar Al Qur’an,” kata Pengelola TPA Nurul Qur\'an.
Kegiatan pengabdian melalui pelatihan dan pendampingan telah menghasilkan modul pembelajaran dan desain kreativitas media pembelajaran yang saat ini telah diterapkan dalam pembelajaran di TPA Nurul Qur’an. Dengan demikian kegiatan telah tercapai sesuai target dan memberikan manfaat kepada mitra serta peserta didik. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GOTO mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.