Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta Sulap Kotoran Ayam Jadi Rupiah
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kelurahan Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul, yang dibimbing Tumin, M.A.,Ph.D, dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, mengangkat tema Upaya Peningkatan dan Pemberdayaan UMKM Berbasis Marketplace Platform./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Kelurahan Dlingo, Kecamatan Dlingo, Bantul, yang dibimbing Tumin, M.A.,Ph.D, dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, mengangkat tema Upaya Peningkatan dan Pemberdayaan UMKM Berbasis Marketplace Platform.
KKN ini melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM Stik Sawo dan UMKM Emping Garut) yang meliputi 10 mitra dari kedua UMKM dan 8 mahasiswa.
“Tujuannya adalah pemberdayaan dan pendampingan dalam mengelola produksi UMKM tersebut secara baik, dalam rangka meningkatkan peluang pemasaran secara luas dengan jalan marketing di media penjualan online. Sehingga dengan menggunakan media online ini, diharapkan menjadi lebih efektif terutama dalam kondisi pandemic Covid -19 seperti ini,” kata Tumin.
Dosen pendamping lapangan beserta kawan-kawan mahasiswa KKN 117 UMY memiliki program kerja utama membantu proses produksi UMKM daerah Dlingo sejak tanggal 16 januari sampai dengan selesainya program. Kegiatan pertama yaitu pengolahan bahan dasar emping garut dan stik sawo kita praktek bersama membuatnya secara langsung dengan para mitra, setelah itu melakukan proses pengemasan ke dalam tempat khusus yang disediakan, kemudian memasang branding produk yang telah disepakati dengan mitra serta mengambil foto produknya, selanjutnya adalah pembuatan akun marketplace khusus UMKM agar produk tersebut dapat dipasarkan dengan mudah dan produk dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah.
Kepala Desa Dlingo, Agus Purnomo merasa senang dengan adanya program semacam ini karena bisa membantu dan menhidupkan kembali UMKM. Selain itu, Para mitra UMKM juga sangat semangat dalam mengikuti program pemberdayaan yang diadakan karena mereka merasa terbantu dan juga mendapatkan ilmu bagaimana cara memasarkan produknya melalui marketplace.
“Harapannya ke depan Desa Dlingo, memiliki peluang besar memperluas pangsa pasar dengan cara menambah menambah media penjualan secara online dan diadakan labelisasi produk kerajinannya dan menambah variasi dalam pengelolaannya sehingga dapat meningkatkan peluang pemasaran guna perekonomian warga desa yang lebih baik lagi,” kata dia. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.