Suzuki XL7 Terbaru Resmi Meluncur di Indonesia
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Dr. Siti Nur Aisyah, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian mengadakan kegiatan bertema Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Gedhang Crispy (Klopo Sepuluh, Wates, Kulonprogo) terkait Diversifikasi Produk Olahan Lidah Buaya./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang dibimbing Dr. Siti Nur Aisyah, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian mengadakan kegiatan bertema Peningkatan Keterampilan Kelompok Wanita Tani Gedhang Crispy (Klopo Sepuluh, Wates, Kulonprogo) terkait Diversifikasi Produk Olahan Lidah Buaya.
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung di Kelurahan Bendungan, Wates, Kulonprogo, Sabtu, 13 februari 2021 dan diikuti 14 orang dari Kelompok Wanita Tani Gedhang Crispy
“Kegiatan pengabdian ditujukan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada anggota KWT Gedhang Crispy di Desa Bendungan mengenai pengolahan lidah buaya menjadi produk non pangan (hand sanitizer dan sabun cuci tangan). Upaya ini diharapkan dapat menjadi strategi diversifikasi produk guna meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman yang dijadikan sebagai potensi Desa Bendungan ini,” ujar Siti.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi dan pendampingan. Dr. Siti Nur Aisyah sebagai ketua pelaksana bersama dengan kelompok KKN IT UMY 004 mengawali kegiatan ini dengan diskusi kelompok dengan anggota KWT. Diskusi ini dirancang untuk memetakan sejauh apa prior knowledge yang dimiliki oleh anggota KWT berkenaan dengan potensi tanaman lidah buaya. Dari diskusi ini, tim pelaksana memperkenalkan strategi diversifikasi produk ke arah produk non-pangan agar KWT Gedhang Crispy dapat mengoptimalkan potensi tanaman lidah buaya ini secara berkelanjutan untuk mendukung perekonomian warga dan wilayah. Selanjutnya, semua anggota KWT dilibatkan dalam proses pembuatan hand sanitizer dan sabun cuci tangan berbahan dasar lidah buaya. Untuk memberikan tampilan yang menarik pada kedua produk olahan lidah buaya tersebut, produk dikemas lalu diberi label yang didesain khusus untuk menonjolkan identitas KWT dan Desa Bendungan.
"Kami merasa program yang dilakukan oleh mahasiswa UMY berupa membuat hand sanitizer dan sabun merupakan ide kreatif yang kami butuhkan untuk masa pandemi ini. Apalagi kebutuhan akan hand sanitizer dan sabun cuci tangan mulai menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Harapannya dengan mengembangkan jenis produk olahan lain dari lidah buaya ini dapat membantu perekonomian warga Desa Bendungan di masa pandemi ini," ujar Siti Nurhayati selaku Ketua KWT Gedhang Crispy.
Kegiatan pengabdian ini telah berhasil meningkatkan wawasan dan keterampilan teknis anggota KWT Gedhang Crispy mengenai diversifikasi olahan lidah buaya dari produk pangan menjadi produk non pangan dalam bentuk hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Dari segi penerimaan anggota KWT terhadap produk hand sanitizer dan sabun cuci tangan berbahan dasar lidah buaya, kedua produk mendapatkan penerimaan yang tinggi dan dinilai potensial untuk dikembangkan sebagai produk komersial. Guna mengembangkan produk yang kualitas dan spesifikasinya dapat disejajarkan dengan produk komersial serupa, perlu dilakukan upaya inisiasi pengembangan produk secara terkontrol dan terukur terutama dalam hal produksi massa dan pengujiian kualitas produk. Pengembangan produk olahan lidah buaya non pangan ini berpotensi menjadi sumber pemasukan alternatif bagi anggota KWT dan dapat diarahkan untuk menjadi produk khas wilayah Desa Bendungan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.