Survei FIXPOLL, Mahfud dan LaNyalla Cawapres Potensial Asal Jawa Timur

Media Digital
Media Digital Jum'at, 02 Juni 2023 17:57 WIB
Survei FIXPOLL, Mahfud dan LaNyalla Cawapres Potensial Asal Jawa Timur

FIXPOLL Indonesia merilis hasil survei terbaru pada 9 sampai 16 Mei 2023 yang menunjukkan tingginya sentiment masyarakat Jawa Timur (Jatim) menginginkan figur asal Jatim maju sebagai cawapres, 31 Mei 2023. Ist

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemilihan presiden (Pilpres) 2024 semakin dinamis menjelang penentuan calon wakil presiden (Cawapres) akhir-akhir ini. FIXPOLL Indonesia Research and Consulting menyampaikan rilis surveinya terkait Cawapres potensial asal Jawa Timur.

Dalam Rilis Survei (31/05/2021) di Hotel Tamarin Jakarta, FIXPOLL Indonesia memaparkan figur-figur asal Jawa Timur yang berpotensi menjadi pendamping Bakal Calon Presiden (Capres) yang sedang tren saat ini, baik Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Direktur Eksekutif FIXPOLL Indonesia, Mohammad Anas RA menuturkan bahwa berdasarkan hasil survei FIXPOLL Mei 2023, Mahfud MD merupakan figur yang paling disukai oleh masyarakat Jatim dari kalangan tokoh islamis NU. "Mahfud MD memiliki tingkat elektoral yang baik, berada di angka 21,1 persen hingga 27,0 persen," paparnya melalui keterangan pers, Jumat (2/6/2023).

Setelah Mahfud, disusul figur Khofifah Indar Parawansa 59,7%, Abdul Muhaimin Iskandar 52,7% bahkam LaNyalla Mahmud Mattalitti 51,2% mampu mengungguli Agus Harimurti Yudhoyono 39,6% dan Moeldoko 29,1%.

Lebih jauh Anas menambahkan bahwa, Mahfud MD selalu tertinggi jika mendampingi ketiga kandidat Bacapres Anies, Ganjar maupun Prabowo. Mahfud mengungguli Khofifah dan Muhaimin Iskandar.

Sementara dari kalangan tokoh Nasionalis, katanya, nama LaNyalla Mattalitti memiliki tingkat elektoral yang baik menjadi Cawapres asal Jawa Timur. "LaNyalla memiliki angka elektoral 8,2-10,8 persen. Mengungguli AHY dan Moeldoko yang keduanya tidak lebih dari 5 persen," tambahnya.

Sedangkan Khofifah Indar Parawansa Lebih diinginkan menjadi gubernur Jawa Timur ketimbang maju digelanggang Pilpres 2024, Khofifah. Jika Khofifah kembali maju menjadi Gubernur Jawa Timur maka tingkat elektabilitasnya jauh lebih tinggi.

"Kalau maju kembali sebagai gubernur, tingkat elektabilitas Khofifah 35%-48% sedangkan jika dipasangkan sebagai Cawapres tingkat elektabilitasnya hanya 14,6% - 16%," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online