Cawapres Gibran Ingin Santri Dapat Jawab Tantangan Zaman

Media Digital
Media Digital Minggu, 03 Desember 2023 12:37 WIB
Cawapres Gibran Ingin Santri Dapat Jawab Tantangan Zaman

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming saat memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jumat (17/2/2023). /Antara-Aris Wasita

SOLO—Calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabumi Raka mengatakan akan di era revolusi industri 5.0, setiap elemen masyarakat termasuk santri harus dapat menjawab tantangan zaman.

Menurut cawapres Gibran di era revolusi industri 5.0 maka santrinya harus paham pemasaran daring, perbankan syariah, paham pertanian dan perikanan dengan menggunakan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Dia ingin santri-santri mengerti tentang coding atau programming.

“Jadi kami pengin santri-santri bisa menjawab tantangan zaman itu dengan baik. Santri ngerti bagaimana menggunakan sosial media. Saya yakin, yang namanya santri itu pinter ngaji dan dakwah. Kami pengin punya santri yang benar-benar ngerti marketing online, perbankan syariah, ngerti pertanian atau perikanan yang menggunakan AI,” kata Gibran saat mengunjungi kediaman Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sragen K.H. Sriyanto di Dukuh Babadan, Desa Wonorejo, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, Jumat (1/12/2023).

Guna meraih hal tersebut, Gibran mengatakan dirinya dan capres Prabowo Subianto akan meneruskan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai dana abadi pesantren yang telah

tertuang dalam UU No. 18/2019 tentang Pesantren dan turunannya Peraturan Presiden No. 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan pesantren.

“Dulu waktu deklarasi, kami pernah membahas masalah dana abadi pesantren. Saya mohon ke depan para kiai, para ulama, bisa mengawal program itu biar berjalan dengan baik. Kami juga sering bicara dengan anak-anak generasi milenial, generasi Z, dan anak-anak muda. Kami tidak pengin melupakan santri-santri,” jelas Gibran.

Gibran menerangkan masalah-masalah internal pesantren, termasuk di dalamnya kiai dan gurunya, idealnya ke depan akan ditangani selevel direktorat jenderal (dirjen) sehingga pesantren benar-benar ada perhatian khusus bisa bisa mencari solusi atas problem pesantren.

Terkait dengan radikalisme, Gibran mengaku sudah melakukan di Solo yang sekarang menjadi kota paling toleran ke-4 di Indonesia. Gibran berkomitmen akan membawa Solo menjadi Kota Toleran nomor 2 atau 3.

“Kenapa di Balai Kota Solo itu selalu ada simbol setiap perayaan keagamaan. Kami menekankan bagaimana masyarakat diuntungkan, UMKM ramai, ojek online ramai, semua mendapat manfaat dari perayaan itu. Besok malam ada Hari Jadi Uni Emirat Arab di Masjid Sheikh Zayed tetapi secara sederhana. Para kiai di Solo juga mengingatkan saya untuk selalu selawatan,” ujarnya. (***)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online