Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Sejumlah relawan mengacungkan dua jari saat Konsolidasi TKD Prabowo-Gibran Provinsi Jawa Barat di The House Convention Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023). Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraup suara minimal 60 persen di Jawa Barat. - Antara/M Agung Rajasa
JAKARTA—Kepemilikan rumah bagi milienial, Gen Z dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi salah satu fokus pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka alias Prabowo-Gibran.
Rumah murah adalah program yang dibidik jika mereka terpilih menjadi presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2024.
Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Paulus Totok Lusida, belum lama ini menjelaskan, rumah merupakan kebutuhan dasar, tempat warga hidup tenang, maju ke depan dan fokus mendidik anak.
Prioritas ini menjadi fokus Prabowo-Gibran, karena melihat tingginya angka kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan yang dibutuhkan warga. Bahkan berdasarkan data TKN Prabowo-Gibran, Paulus menyebutkan kesenjangan itu mencapai angka sekitar 12,7 juta.
Akan ada program besar membangun 500 ribu rumah tapak dan 500 ribu rumah susun nantinya di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Tak cuma itu, Prabowo-Gibran berencana merenovasi rumah di perdesaan yang ditargetkan mencapai 2 juta rumah pada tahun kedua menjabat.
“Rumah tersebut dipastikan dengan harga terjangkau karena masyarakat akan mendapatkan subsidi dari pemerintah,” katanya.
Salah satu subsidi yang ditawarkan ialah tidak membebankan biaya pembangunan lift untuk pembelian rumah susun. Ia juga merinci pembangunan tidak bisa hanya terdiri dari lima lantai karena keterbatasan lahan. Rencananya pembangunan akan dilakukan 30 lantai untuk 30 unit.
“Kemudian pembangunan itu yang paling mahal di biaya lift, dan itu ditanggung pemerintah. Supaya masyarakat tidak menanggung pembangunan biaya maintenance dan operasional lift," kata Paulus kepada wartawan, Jumat (1/12/2023).
BACA JUGA: DIY Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Libur Panjang Akhir Tahun
Untuk Gen Z
Program prioritas rumah murah Prabowo-Gibran ini tak hanya soal subsidi. Akan ada juga program sewa bagi mereka yang belum mampu membeli rumah murah. Untuk yang rusun, menurut Paulus bisa dilakukan dengan skema pembelian hunian dengan sewa terlebih dulu.
“Dengan skema ini, program rumah murah Prabowo-Gibran, bisa berjalan dan diterima oleh generasi milenial dan Gen z, juga masyarakat berpenghasilan rendah. Karena rumah kan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Paulus menekankan agar program ini kelak bisa berjalan, Prabowo-Gibran harus menunjuk menteri yang khusus menangani perumahan. “Jadi program rumah murah ini bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan pembangunannya lancar. Karena perumahan developer itu bukan kontraktor, dia mencangkup banyak instansi, dia [Menteri Perumahan] harus berdiri sendiri. Pak Prabowo sekali lagi sudah setuju," katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Dari berbagai sumber
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.655 per dolar AS. BI siapkan intervensi agresif di pasar valas dan obligasi.
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.