Disnakertrans DIY Dorong Penyandang Disabilitas Naik Kelas
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka menyapa relawan saat menghadiri deklarasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di Jakarta, Minggu (12/11/2023). Repnas mendeklarasikan dukungan terhadap bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
JAKARTA—Stunting atau kekerdilan pada anak menjadi masalah krusial yang diperhatikan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka. Mengusung program makan siang dan susu gratis, Gibran gencar bersosialisasi. Ia bahkan meminta ibu-ibu agar bisa membantunya mengawasi program ini.
Menurut Gibran tujuan utamanya menekan angka stunting pada anak yang kekurangan gizi di Tanah Air.
Program makan siang dan susu gratis diberikan kepada ibu dan anak di Indonesia. Agar tepat sasaran, dibutuhkan bantuan pengawasan dan pengawalan dari ibu-ibu di setiap wilayah di Indonesia.
"Kemarin kami sudah perkenalkan program makan siang dan susu untuk anak-anak sekolah. Nah, jadi kalau urusan seperti ini, harus dikawal oleh ibu-ibu semua ya," tutur Gibran di sela-sela acara Deklarasi Dukungan Pergerakan Perempuan Muda Nahdliyin (Perdana) di Jakarta, Rabu (6/12/2023) malam.
Selain itu, menurut Gibran, dirinya juga akan memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Indonesia sehingga bisa terhindar dari kekerasan dalam bentuk apapun. "Kami juga akan menyempurnakan dan perkuat lagi program perlindungan kepada perempuan dan anak di Indonesia," katanya.
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Hamdan Hamedan mengatakan bahwa program makan siang dan susu gratis merupakan salah satu solusi konkret untuk meringankan beban keluarga prasejahtera di Indonesia.
“Saya sangat yakin program makan siang dan susu gratis dari paslon Prabowo-Gibran ini adalah solusi konkret,” kata Hamdan dalam siaran resmi TKN Prabowo-Gibran di Jakarta, belum lama ini.
Hamdan memberi contoh saat dirinya menerima program makan siang gratis ketika di Amerika Serikat. Program makan siang ini diberikan kepada para siswa.
Saat itu makan siang gratis atau bersubsidi hanya diberikan kepada seluruh anak dari keluarga kurang mampu.
Saat ini, di delapan negara bagian, kebijakan makan siang gratis telah berkembang. Hamdan menjelaskan, dari yang sebelumnya diberikan kepada keluarga yang kurang mampu, menjadi diberikan kepada siapa pun, baik anak dari keluarga kurang mampu maupun dari keluarga yang mampu.
Hamdan menceritakan ketika 21 tahun lalu dirinya tinggal di California, AS di mana orang tua asuhnya hanya mampu memberinya makan sekali saja per hari, yaitu hanya makan malam. Namun, Hamdan didaftarkan untuk mendapat makan siang gratis di sekolah.
“Di situ pemerintah California pun hadir memberi subsidi kepadanya, termasuk makan siang gratis bagi orang rumahnya, yang mana saat itu saya berada di dalamnya,” katanya.
Ia mengatakan, makanan gratis yang disediakan pemerintah AS untuk pelajar dari keluarga pra-sejahtera saat itu memiliki komposisi gizi yang baik.
“Berdasarkan pengalaman saya, bagi pelajar dari keluarga pra-sejahtera, makan siang gratis di sekolah seringkali menjadi makanan terbaik yang bisa didapat. Ada karbohidrat, protein, sayur, buah dan susu di sana,” kata Hamdan.
Hamdan menambahkan selain di AS, program ini sudah sukses diterapkan di beberapa negara termasuk Finlandia dan Ruwanda. Program itu telah membantu keluarga yang kurang mampu atau pra-sejahtera, yang sulit memenuhi kebutuhan keluarga termasuk anak-anaknya di negara-negara tersebut.
“Semoga Pak Prabowo berhasil menang di Pemilu 2024, dan program yang sudah terbukti luar biasa ini bisa dijalankan di sini [di Indonesia]. Sehingga pengalaman saya di Amerika, bisa dirasakan oleh keluarga-keluarga kurang mampu di Indonesia.”
Dalam catatan visi misi Prabowo-Gibran program makan siang dan susu gratis diberikan di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
Di sekolah, program ini dilakukan dengan memberikan makan siang harian kepada siswa prasekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren. Sedangkan bantuan gizi diberikan kepada ibu hamil dan balita di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi keluarga. Program ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.