Bank Jateng Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Melalui SIPD
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Salah satu kisah sukses program Super Panen ini adalah sawah di Desa Sangkanjoyo, Kabupaten Pekalongan. Petani di sini dapat menghemat biaya operasional lebih dari 50% dan meningkatkan produksi panen hingga 35%. - ist
JOGJA—PT PLN (Persero) tak henti-hentinya hadir untuk rakyat melalui program kelistrikan yang menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan. Selaras dengan program yang dibesut pemerintah yaitu peningkatan produk hasil pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) siswa sekolah, PLN dukung peningkatan produksi pertanian melalui program Electrifying Agriculture bertajuk Super Panen.
Melalui program ini PLN berkomitmen untuk mengambil bagian dalam terwujudnya pertanian Indonesia yang modern. Melalui program Electrifying Agriculture dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal dan terjaga selama 24 jam penuh untuk meningkatkan produktivitas & efisiensi biaya agar produk pertanian mampu bersaing secara nasional.
Salah satu kisah sukses program Super Panen ini adalah sawah di Desa Sangkanjoyo, Kabupaten Pekalongan. Petani di sini dapat menghemat biaya operasional lebih dari 50% dan meningkatkan produksi panen hingga 35%. Selain lebih cuan, program ini juga mengurangi ketergantungan Petani akan energi fosil dengan mengurangi penggunaan genset dan beralih ke listrik PLN.
Rudi, Lurah Sangkanjoyo menyampaikan apresiasinya atas program yang diinisiasi PLN ini. "Terima kasih PLN saat ini produktivitas petani di sini meningkat dari 2 kali panen menjadi 3 kali panen dalam masa tanam yang sama, PLN terbaik," ungkapnya.
Hingga bulan Mei tahun 2025, di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta sendiri telah terdapat 11.317 Pelanggan yang memanfaatkan program Super Panen ini dengan total daya tersambung mencapai 47.842 Kilo Volt Ampere (KVA).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Sugeng Widodo menyampaikan terdapat beragam pemanfaatan listrik melalui program super panen ini.
"Untuk daerah yang sulit air, Petani dapat menggunakan pompa air dengan listrik PLN. Selain itu di beberapa tempat Petani menggunakan lampu di malam hari untuk mengusir hama, ada juga rice mill yang sudah menggunakan energi listrik yang lebih efisien," jelas Sugeng.
Lebih lanjut Sugeng mengatakan bahwa untuk menyukseskan program ini, PLN telah berkoordinasi aktif dengan Bupati, Dinas Pertanian, ESDM, elemen forkopimda, Gabungan Kelompok Tani setempat. Pihaknya yakin bahwa dengan didukung oleh program super panen ini, Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta yang memiliki tanah subur dapat menjadi lumbung pangan strategis untuk program berskala nasional seperti MBG.
"Kami berharap dengan jumlah panen yang meningkat karena program Electrifying Agriculture Super Panen ini dapat mengakselerasi peningkatan kebutuhan pangan untuk mendukung program MBG pemerintah," tutup Sugeng. (Advetorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah melalui pengembangan berbagai layanan transaksi non-tunai.
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.